Share

Unik! Pria Ini Bawa Elang Botak Raksasa Naik Pesawat, Penumpang Lain Kaget

Andini Putri Nurazizah, Jurnalis · Minggu 27 November 2022 05:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 25 406 2714819 unik-pria-ini-bawa-elang-botak-raksasa-naik-pesawat-penumpang-lain-kaget-e7oE0m6QsO.jpg Penumpang membawa elang botak di Bandara Charlotte Douglas, Amerika Serikat (TSA Southeast/Mirror)

JIKA kebanyakan orang memilih hewan seperti kucing dan anjing sebagai teman perjalanan, maka beda halnya yang dilakukan oleh Daniel Cone. Pria Amerika Serikat ini justru membawa seekor elang botak dalam penerbangan.

Kehadiran elang botak raksasa yang dinamakan Clark tersebut sontak saja menarik perhatian para penumpang di Bandara Internasional Charlotte Douglas, North Carolina, Amerika Serikat.

Pasalnya selayaknya manusia, elang ini juga melewati pintu keamanan yang sama. Padahal biasanya hewan-hewan akan masuk pesawat dengan jalur pintu masuknya sendiri.

Melansir dari Mirror, Sabtu (26/11/2022), Daniel Cone merupakan pawang dari Clark, turut ikut andil agar Clark mengembangkan sayapnya saat diperiksa oleh petugas. Aksi elang tersebut mencuri perhatian para penumpang dan petugas bandara, karena tercengang dengan bentangan sayapnya yang cukup besar.

“Maskapainya memberi tahu kami dan kami menyaring dia dan pawangnya. Clark dilatih untuk melebarkan sayapnya, dan bahkan sedikit pamer selama pemutaran film,” kata Badan Keamanan Transportasi Amerika Serikat atau TSA.

Yap, hewan yang menjadi simbol negara Amerika serikat ini diketahui mempunyai lebar sayap 195 cm dan dapat tumbuh setinggi 90 cm. Terhitung pada tahun 1963 jumlahnya hanya ada 417 pasang di Amerika Serikat.

Oleh karena itu di tahun 1978, keberadaan elang botak pernah terdaftar menjadi hewan yang terancam punah. Untungnya jumlah mereka telah meroket selama dekade terakhir dan sekarang diperkirakan ada lebih dari 300.000 di AS.

Follow Berita Okezone di Google News

Nah meski tergolong hewan langka, Clark sendiri menetas pada tahun 2002 sebagai bagian dari program pemuliaan, tetapi karena terlahir dengan kelainan bentuk pada kakinya, membuat Clark tidak bisa dilepaskan begitu saja ke alam liar.

Diketahui Clark dan Cone tengah melakukan perjalanan pulang setelah mereka berhasil menghibur para mahasiswa baru di High Point University, North Carolina. Clark terbang kembali ke World Bird Sanctuary di Missouri, Amerika Serikat.

Ilustrasi

Sekarang, dia tinggal di World Bird Sanctuary dan diterbangkan melintasi AS untuk menjadi "duta terbang".

World Bird Sanctuary sendiri terletak di hutan seluas 305 hektar dan menyediakan perumahan bagi burung yang tidak dapat dilepas serta rumah sakit rehabilitasi untuk burung pemangsa yang terluka.

Ini menjalankan program pemuliaan konservasi untuk memastikan kelangsungan hidup spesies yang terancam punah dan menjalankan serangkaian program pendidikan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini