Share

Sandiaga: Kita Mendorong Kebaya Diakui UNESCO Sebagai Warisan Budaya Milik Indonesia

Wiwie Heriyani, Jurnalis · Senin 28 November 2022 19:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 28 406 2716538 sandiaga-kita-mendorong-kebaya-diakui-unesco-sebagai-warisan-budaya-milik-indonesia-6YkMjumpfD.jpg Menparekraf Sandiaga Uno memberi keterangan pers (MPI/Wiwie)

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno menanggapi polemik soal kebaya didaftarkan ke UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Kemanusian oleh Singapura, Malaysia, Thailand, dan Brunei Darussalam.

Menurut Sandiaga, hal tersebut tak perlu diperdebatkan oleh masyarakat Indonesia. Ia bahkan menginginkan kebaya agar justru turut serta dalam upaya multinasional bersama negara tetangga tersebut.

Meskipun, rapat Kemendikbud Ristek dan DPR RI pada 16 November 2022 telah resmi memutuskan untuk mendaftarkan kebaya lewat jalur single nomination.

 BACA JUGA:Perpaduan Wisata Religi dan Bahari, Sandiaga: Masjid Raya Morotai Bisa Jadi Lokasi MICE

Pasalnya, hal itu tak lain untuk mempercepat proses agar kebaya bisa diakui UNESCO. Mengingat, Indonesia sendiri memiliki tiga dari ribuan warisan budaya tak benda yang tengah antre untuk didaftarkan ke UNESCO, yakni Reog, Tenun dan Tempe.

 

“Jadi, kebaya tidak lagi perlu kita perdebatkan, ini tentunya budaya luhur milik anak bangsa, yang telah diputuskan menjadi single nomination. Kita akan mendorong dan menguatkan kebaya diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda milik Indonesia,” ujar Sandiaga dalam The Weekly Brief with Sandi Uno, Senin, (28/11/2022).

 BACA JUGA:Ajak Wisatawan Lestarikan Keindahan Pantai Pulau Dodola, Sandiaga: Selesaikan Sampah di Hulu!

“Indonesia ini kaya raya. Memiliki 1.528 warisan budaya yang tak benda yang bisa diajukan ke UNESCO. Dan jika itu dilakukan, perlu 3.000 tahun. Karena hanya bisa diakomodir tiap 2 tahun. Oleh karena itu, join nomination adalah salah satu cara yang saat ini mempercepat proses enskrispi warisan budaya tak benda ke UNESCO,” lanjutnya.

Sandi kembali menjelaskan, bahwa salah satu berkas aktif warisan budaya tak benda Indonesia yang saat ini tengah dalam proses pendaftaran yakni Jamu. Sementara, tiga berkas warisan budaya tak benda lainnya yang akan didaftarkan yakni Reog, Tenun dan Tempe.

Follow Berita Okezone di Google News

Hal inilah yang menurutnya harus menjadi concern masyarakat Indonesia, apa saja warisan budaya tak benda tersebut yang seharusnya didahulukan untuk didaftarkan ke UNESCO. Mengingat, proses tersebut juga cukup memakan waktu yang lama.

“Sementara, dari tiga berkas nonaktif yang sudah digodok yaitu reog ponorogo, tenun dan tempe, dan ini membutuhkan dua tahun sebelum diakui oleh UNESCO. Jika kebaya diusulkan sebagai single nomination, kebaya bisa diajukan di cycle 2024, namun tentunya kita harus memikirkan apakah kita akan mendahulukan kebaya, sebelum reog ponorogo, tenun dan tempe,” paparnya.

 Ilustrasi

Sandi juga menambahkan, jika Indonesia tetap berupaya melalukan pendaftaran warisan budaya tak benda ke UNESCO melalui jalur single nomination, Indonesia hanya memiliki kuota 1 budaya dalam jangka waktu 2 tahun sekali. Sementara, join nomination dapat diajukan oleh dua negara atau lebih secara bersama-sama setiap setahun sekali.

“Namun karena telah diputuskan, oleh karena itu KemenkoPMK, dan juga Komisi X, maka kita akan mendorong dan menguatkan keputusan single nomination,” tegasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini