Share

Angela Tanoesoedibjo Sebut Ekonomi Digital Indonesia Diproyeksi Tumbuh 20 %

Novie Fauziah, Jurnalis · Selasa 29 November 2022 15:50 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 29 406 2717140 angela-tanoesoedibjo-sebut-ekonomi-digital-indonesia-diproyeksi-tumbuh-20-x9mrduWhxn.jpg Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo (Foto: Okezone.com/Novie Fauziah)

WAKIL Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf) Angela Tanoesoedibjo menyampaikan meningkatnya pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia, khususnya dalam sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (ekraf) pantas diapresiasi.

"Melihat kondisi ekonomi digital Indonesia yang meningkat dengan pesat, beberapa tahun belakangan ini, didukung dengan populasi kita yang muda, produktif, serta akselerasi digital di tengah kehidupan masyarakat, akibat pandemi COVID-19," ujarnya dalam ‘Day 3: Future & Ecosystems” (Towards Metaverse, Smart & Safe Nation, Digital Economy & Startup, Future Data Science &AI)’ secara virtual, Selasa (29/11/2022).

 BACA JUGA:KTT G20 Selesai, Angela Tanoesoedibjo Sampaikan Sejumlah Harapan untuk Kemajuan Pariwisata

Angela menjelaskan, ekonomi digital Indonesia diproyeksikan, tumbuh hingga 20 persen dari tahun 2021 sampai tahun 2025 menjadi USD 146 miliar. Serta diprediksi akan mencapai USD330 miliar, pada tahun 2030 dengan ecommerce sebagai pendorong yang utama.

 

Ia melanjutkan, perkembangan ekonomi digital Tanah Air juga dapat dilihat dari total investasi di Indonesia, pada platform digital. Di mana ini merupakan yang terbesar di Asia Tenggara, mencapai sekitar 38,7 persen.

"Tentunya kita juga melihat adanya peluang di sektor-sektor yang bersentuhan langsung dengan masyarakat luas, seperti sektor keuangan, logistik, jasa pengiriman, pariwisata, edukasi, kesehatan dan media," katanya.

 BACA JUGA:Angela Tanoesoedibjo Sebut Tingkat Kepuasan Terhadap KTT G20 di Indonesia Capai 88,20 Persen

Angela juga menjelaskan, dari sisi pariwisata maupun dari sisi ekonomi kreatif, digitalisasi juga mempunyai peran sangat penting saat ini sudah dua pertiga dari pendapatan global and tourism market datangnya dari penjualan online. Bahkan hal ini akan diperkirakan mencapai USD 691 miliar pada tahun 2026.

"Tren yang sama juga terjadi di Indonesia, didorong faktor permintaan yang meningkat untuk digital tourism, dari wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara," terang Angela.

Follow Berita Okezone di Google News

Angela mengungkapkan, begitu pula dengan ekonomi kreatif di masa pandemi masih bisa dilihat beberapa subsektor ekraf Indonesia, yang mana mencatatkan pertumbuhan di bidangnya.

 Ilustrasi

"Karena mereka berada di dalam ekosistem digital seperti subsektor game, konten tv dan radio yang terdigitalisasi serta aplikasi. Sedangkan para pelaku usaha yang bergelut di subsektor ekraf seperti kuliner, fesyen dan kriya masih bisa bertahan di masa pandemi dengan cara go digital," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini