Share

Makna di Balik Keris Tidak Melulu soal Hal Mistis, tapi..

Dita Mawanda, Jurnalis · Jum'at 02 Desember 2022 17:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 01 406 2718736 makna-di-balik-keris-tidak-melulu-soal-hal-mistis-tapi-3XHZBdu5tK.jpg Keris langka di Malang (Foto: Okezone.com/Avirista Midaada)

KERIS yang merupakan senjata tradisional Jawa, kini jadi simbol budaya. Keris memang sering dikaitkan dengan hal-hal mistis dan kesaktian. Padahal, makna di balik keris tak melulu berkaitan dengan mistis.

Dalam masyarakat Jawa, keris sering dimaknai sebagai bagian dari jati diri, simbol spritual, kepahlawanan, dan kesatria. Maknanya bahkan bisa lebih luas.

Keris sering muncul di berbagai kisah-kisah magis tradisional dan cerita legenda. Namun, dulu sebenarnya keris lebih difungsikan ke praktis. Dalam beberapa prasasti abad ke-9 sampai ke-10 disebutkan keris belum dianggap sebagai pusaka.

Kepercayaan akan kesaktian keris mulai berkembang atas kisah-kisah legenda.

Misalnya, Mpu Gandring dan kerisnya dalam Serat Pararaton, menurut pengajar sejarah Universitas Negeri Malang, Dwi Cahyono. Cerita ini bermula ketika permintaan Ken Angrok kepada Mpu Gandring untuk dibuatkan keris merupakan petunjuk kudeta yang diprakarsai Ken Angrok kepada penguasa Tumapel.

Pesanan Ken Angrok ternyata bukan hanya sebuah keris, melainkan sejumlah persenjataan.

"Seakan Mpu Gandring bikin satu keris dan tak selesai, lalu dibunuh. Maksudnya Mpu Gandring tak bisa memenuhi pesanan jumlah senjata pada waktu yang diinginkan," tutur Dwi.

 

Adapula kisah pada bagian yang mengisahkan benteng Belanda tembus berlubang ketika keris itu diacungkan. Menurut Toni Junus, konsultan keris mengatakan jika sebenarnya hal ini hanya menggambarkan setelah kematian Gubernur Jenderal VOC Jan Pieters Zoon Coen, Belanda kewalahan.

 BACA JUGA:Melihat 5 Tradisi Unik dan Kebiasaan Orang Maluku yang Menarik Diketahui

"Di dalam alam pikiran masyarakat Jawa dipercayai jika mistik keris terjadi karena pembuatan keris selalu disertai dengan upacara, dan pembacaan mantra," jelasnya.

Pada masa Jawa Kuno, seorang Mpu pembuat kris memiliki kedudukan sendiri dalam masyarakat yang seakan tergantung dari tingkat kesaktian keris yang dibuatnya.

Tambah Timbul Haryono, "Para pembuat keris dianggap mempunyai kekuatan magis karena artefak yang dihasilkan dapat mematikan manusia."

Follow Berita Okezone di Google News

Keris memiliki makna lainnya, yakni keris sebagai momot atau mengandung nilai filosofis, kosmologis, ontologis, atau keseluruhan spektrum warna. Hal ini bisa menjadi konsepsi hubungan Tuhan dan manusia, maupun antarsesama manusia.

Keris dapat diartikan bermakna tangible, aspek seni estetis dari tradisi-tradisi senjata khas yang ada di Indonesia.

Mengulas keris mengandung makna filosofis. Empu menciptakan keris itu memiliki tujuan yang disebut piyandel atau pegangan yang diyakinin menambah kewibawaan dan rasa percaya diri, hal ini dapat dilihat dari proses pembuatannya pada zaman dahulu.

 Ilustrasi

Kemudian dalam adat Jawa, keris juga sebagaisalah satu dari lima hal yang harus dimiliki oleh laki-laki Jawa dewasa.

"Keris pada dasarnya, menunjukkan kemapaman seorang laki-laki Jawa. Sekaligus simbol diri dari pemiliknya serta simbol garis keturunannya," kata Ketua Rumah Budaya Naranta Tuban, Ita Hariyanti.

Lanjutnya, simbol status atau strata mulai dari petani, prajurit, petinggi hingga raja pasti memiliki keris yang berbeda.

Dapat disimpulkan, jika keris dalam bahasa Jawa disebut Tosan Aji, merupakan penggalan dari kata "tosan" berarti besi dan "aji" yang artinya dihormati. Keris adalah perwujudan berupa besi dan diyakini mempunyai kandungan makna yang harus dihormati.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini