Share

Amankah Pesawat Komersial Diterbangkan Pilot Tunggal? Simak Penjelasannya

Sri Latifah Nasution, Jurnalis · Sabtu 03 Desember 2022 09:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 02 406 2719077 amankah-pesawat-komersial-diterbangkan-pilot-tunggal-simak-penjelasannya-kZGzwtDfb6.JPG Ilustrasi Pilot (Foto: iStock)

SEJUMLAH maskapai ingin memulai penerbangan pesawat komersial hanya dengan satu pilot atau pilot tunggal. Penerapan langkah tersebut akan memotong biaya dan mengurangi masalah yang disebabkan karena kekurangan staf.

Beberapa pilot dan penumpang telah mengungkapkan kekhawatirannya terhadap keselamatan selama penerbangan, jika hal tersebut benar-benar terjadi.

Namun, maskapai penerbangan punya alasan mengapa penerbangan dengan pilot tunggal menjadi alternatif masa depan. Berikut ulasannya sebagaimana mengutip laman Euronews.

Mengapa ada dua pilot di pesawat komersial?

Di dalam kokpit pesawat komersial, biasanya terdapat dua pilot yang menerbangkan pesawat. Hal ini juga bisa membuat pencegahan atau penanganan situasi darurat lebih mudah. Pilot tunggal mungkin tidak dapat mengelola keadaan kritis sendirian.

Infografis Pesawat

Saat terbang, biasanya satu pilot akan menangani kontrol dan arah pesawat, sementara yang lain akan memantau masalah atau anomali apapun.

Ini juga memberi kesempatan bagi pilot untuk beristirahat dan menghindari kelelahan, yang bisa berakibat fatal. Sama halnya ketika seorang pilot sakit, yang lain bisa mengambil alih.

Apakah aman terbang dengan satu pilot?

Lebih dari 40 negara, termasuk Britania Raya, kini mendorong perubahan peraturan tersebut.

Mereka mengimbau Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO), badan PBB yang menetapkan peraturan, untuk membantu menemukan cara yang aman bagi pesawat komersial untuk terbang dengan hanya satu pilot.

Follow Berita Okezone di Google News

Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa (EASA) juga telah berdiskusi dengan perusahaan konstruksi pesawat tentang cara membuat layanan pilot tunggal menjadi kenyataan.

EASA menyarankan penerbangan tersebut dimulai tahun 2027, namun, beberapa pilot mengingatkan bahwa hal itu bisa menimbulkan risiko keselamatan.

“Orang-orang yang menempuh rute ini bukanlah mereka yang menerbangkan jet setiap hari,” kata Tony Lucas, kapten Airbus SE A330 Qantas Airways.

Lucas yang juga merupakan presiden Asosiasi Pilot Australia dan Internasional (AIPA), mengingatkan bahwa keadaan darurat bisa terjadi dengan cepat, sehingga tidak ada waktu untuk mencapai kokpit.

Pilot Cantik

(Ilustrasi pilot cantik, Foto: Instagram)

Kapan maskapai bisa memulai penerbangan dengan pilot tunggal?

Masih ada aspek keselamatan yang harus diselesaikan sebelum pilot tunggal bisa menjadi sebuah kebiasaan.

Pihak berwenang perlu menetapkan cara menghadapi situasi di mana ketika pilot sakit atau tidak dapat melanjutkan penerbangan.

Ini termasuk pengenalan teknologi bantuan jarak jauh dari kontrol darat atau teknologi otomasi. Namun, industri penerbangan telah mendorong perubahan ini selama beberapa dekade.

Sejak 1950-an, jumlah staf dalam kokpit pesawat komersial telah berkurang dari lima staf menjadi dua.

Maskapai juga perlu meyakinkan penumpang bahwa perubahan tersebut tidak akan menyebabkan risiko tambahan.

“Hambatan psikologi mungkin lebih sulit dibanding hambatan teknologi,” kata Presiden Boeing Asia Tenggara, Alexander Feldmen.

“Teknologinya ada untuk pilot tunggal, ini tentang di mana regulator dan masyarakat umum merasa nyaman,” lanjutnya.

Infografis Bagian Pesawat yang Terlarang Didekati

Perubahan bisa dilakukan secara bertahap, dimulai dengan membiarkan pilot sendirian saat pesawat sedang melaju.

Kondisi ini tidak terlalu kritis dibanding saat lepas landas dan mendarat. Namun, tujuan utamanya adalah membuat penerbangan seotomatis mungkin, dengan sedikit tanggung jawab pada pilot.

"Ini (wacana pilot tunggal) tidak akan menjadi kenyataan sampai setidaknya tahun 2030," sebut EASA.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini