Share

Mitos Gunung Semeru, Paku Bumi Pulau Jawa Singgasana Para Dewa

Andini Putri Nurazizah, Jurnalis · Selasa 06 Desember 2022 21:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 06 406 2721401 mitos-gunung-semeru-paku-bumi-pulau-jawa-singgasana-para-dewa-Emw3A23gkV.JPG Gunung Semeru memuntahkan awan panas (Foto: Instagram/@dolansemeru)

GUNUNG Semeru yang berada di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur kembali meletus dan memuntahkan awan panasnya pada Minggu, 4 Desember 2022 lalu. Tercatat, sebanyak 2.219 jiwa yang mengungsi akibat erupsi tersebut.

Konon dalam mitos rakyat Jawa, gunung dengan ketinggian mencapai 3.676 mdpl ini digambarkan sebagai 'Mahameru', yaitu tempat tinggalnya para dewa-dewa. Demikian juga dengan kepercayaan bahwa Gunung Semeru merupakan pakunya Pulau Jawa. Bernarkah?

Lantas adakah kisah di balik Gunung Semeru sebagai paku bumi yang ditancapkan di Pulau Jawa?

Dalam Kitab Tantu Panggelaran, pada abad 15 pulau Jawa pernah terombang-ambing di lautan tak tentu arah, sebagai akibat dari adanya gunung di India bernama 'Meru' yang terlalu berat di bumi.

Dewa Siwa yang prihatin dengan keadaan bumi yang menjadi miring, lantas memerintahkan Dewa Brahma dan Wisnu, untuk memindahkan Gunung Meru di India ke Pulau Jawa, dan memakunya agar Pulau Jawa tidak terombang-ambing di lautan.

Gunung Semeru Erupsi

(Foto: ANTARA)

Dewa Wisnu berubah menjadi kura-kura yang menempatkan Gunung Meru di atas punggungnya, sementara Dewa Brahma berubah menjadi ular yang mengikat keduanya agar tidak jatuh selama perjalanan laut menuju Pulau Jawa.

Namun karena Gunung Meru yang terlalu berat, akhirnya para dewa memutuskan untuk memotong gunung tersebut dan menaruhnya di ujung barat Pulau Jawa, yang sekarang disebut Gunung Pawitra dan Gunung Penanggungan.

Hingga kini masyarakat Hindu sering melakukan upacara ritual dengan membawa sesaji kepada dewa-dewa di Gunung Semeru. Oleh karena itu, jika Gunung Semeru meletus maka sama saja sebagai pembawa bencana dan penderitaan bagi masyarakat.

Follow Berita Okezone di Google News

Kedudukan Gunung Semeru juga dianggap sama dengan Kailasa (India) atau Gunung Agung di Bali. Masyarakat Hindu percaya, bahwa puncak Gunung Semeru merupakan istananya Dewa Siwa untuk bertapa.

Adapun menurut perspektif Alquran dan sains, menjelaskan bahwa gunung adalah pasak (paku) bagi bumi. Hal ini terdapat dalam firman Allah SWT dalam Surah Al-Anbiya ayat 31 yang artinya: "Dan Kami telah menjadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh agar ia (tidak) guncang bersama mereka, dan Kami jadikan (pula) di sana jalan-jalan yang luas, agar mereka mendapat petunjuk," (QS. Al-Anbiya: 31).

Infografis Gunung Tertinggi di Indonesia

Serta dalam Surah An-Naba ayat 6-7 yang artinya: "Bukankah Kami telah menjadikan bumi sebagai hamparan,dan gunung-gunung sebagai pasak?" (QS. An-Naba: 6-7).

Dr. Frank Press seorang ahli geofisika asal Amerika Serikat dalam bukunya berjudul 'Earth', menyimpulkan bahwa gunung itu bentuknya seperti pasak (paku).

Permukaan gunung yang menjulang tinggi ke permukaan tanah, adalah sebagian kecil dari keseluruhan gunung yang bisa kita lihat sekarang. Sementara bagian gunung lain, yakni akarnya tertanam di dalam bumi.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini