Share

Sosialisasi Sadar Wisata di Klaten, Kemenparekraf Tekankan Pentingnya CHSE

Prisca Arianto, Jurnalis · Rabu 07 Desember 2022 01:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 06 406 2721980 sosialisasi-sadar-wisata-di-klaten-kemenparekraf-tekankan-pentingnya-chse-4P8CbUGt6u.JPG Kemenparekraf gelar kegiatan Sosialisasi Sadar Wisata di Klaten, Jawa Tengah (Foto: Kemenparekraf)

KEMENTERIAN Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) kembali menggelar kegiatan Ssosialisasi Sadar Wisata 5.0 di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Kali ini sosialisasi yang berlangsung pada 4-5 Desember 2022 itu bertempat di 8 desa wisata di Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten.

Penekanan soal pentingnya memberikan pelayanan terbaik dengan mengedepankan Cleanliness, Health, Safety, Environment Sustainability (CHSE) atau Kebersihan, Kesehatan, Keamanan dan Keberlanjutan Lingkungan dalam pengembangan pariwisata, selalu menjadi pesan utama kegiatan sosialisasi yang menjadi program unggulan dengan dukungan sepenuhnya dari Bank Dunia.

Program ini berlangsung dari awal tahun 2022 hingga 2023 mendatang di 155 desa wisata di 6 Destinasi Pariwisata Prioritas, Danau Toba, Borobudur Yogyakarta Prambanan, Bromo Tengger Semeru, Lombok, Wakatobi dan Labuan Bajo.

Kampanye Sadar Wisata 5.0 merupakan kegiatan yang bertujuan meningkatkan kompetensi dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) pariwisata.

“Melalui program pembangunan pariwisata terintegrasi dan berkelanjutan, Kemenparekraf berkomitmen untuk berperan dalam mendukung peningkatan dan penyiapan Sumber Daya Menusia (SDM) andal dan profesional di bidang parekraf, diantaranya melalui pelatihan bagi para pelaku pariwisata dari desa-desa wisata,” kata Menparekraf, Sandiaga Salahuddin Uno.

Infografis Borobudur Tersertifikasi CHSE

Sejalan dengan itu, Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf/Baparekraf, Martini Mohamad Paham menegaskan, sosialisasi Sadar Wisata 5.0 ini bertujuan membangkitkan kembali semangat para pelaku industri (pariwisata) dan menyadarkan semua untuk maju bangkit dari Covid kita perlu melakukan beberapa hal terkait penerapan CHSE.

Wanita yang akrab disapa Diah Paham ini menekankan, pariwisata memrupakan industri berbasis hospitality atau pelayanan. Memberikan pengalaman terbaik melalui pelayanan prima dengan pendekatan CHSE menurut Diah, juga akan menjawab tantangan tren pariwisata saat ini yang lebih fokus pada kualitas alih-alih kuantitas wisatawan.

“Kualitas ini tidak hanya disiapkan pada pembenahan sumber daya manusia kita, melainkan juga dengan memberikan pengalaman dan pengayaan yang lebih bagus bagi wisatawan,” terangnya.

Saat membuka secara langsung sosialisasi di Desa Kemudo, Senin, 5 Desember 2022, Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Madya Kemenparekraf, Glory Hastanto, mewakili Direktorat SDM Pariwisata menjelaskan, sosialisasi sadar wisata menjadi upaya untuk membuat warga dapat mengenali potensi wisata di desanya masing-masing.

“Konsep desa wisata, menjadi sebuah terobosan yang menggabungkan semua potensi yang dimiliki desa termasuk bagaimana pengembangannya, dengan penerapan unsur unsur Sapta Pesona, Pelayanan Prima dan CHSE,” ucap Glory.

Follow Berita Okezone di Google News

Dijelaskannya, pariwisata di desa yang dilembagakan melalui keberadaan kelompok sadar wisata (pokdarwis) akan menjadi kekuatan penting dalam mengelola potensi wisata dengan berkolaborasi bersama pihak-pihak lain di desa.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Klaten, Sri Nugroho menegaskan, pentingnya melayani wisatawan dengan sebaik-baiknya agar mereka merasa kerasan dan mau mengulangi kunjungan. Untuk itu, Sri menekankan bahwa pembangunan SDM pariwisata yang andal harus diutamakan.

Ilustrasi CHSE Kemenparekraf
(Foto: Kemenparekraf)

“Penting bagaimana para pengelola punya inovasi. Jangan sampai sarana prasarana sudah ada namun SDM tidak terasah. SDM yang andal ini bisa membangkitkan perekonomian, termasuk mencari bibit SDM yang pandai tentang IT,” kata Sri.

Sekadar informasi, untuk wilayah Kabupaten Klaten, saat ini terdapat 29 desa wisata, termasuk 8 desa wisata yang terpilih menjadi tempat pelaksanaan kegiatan sosialiasi sadar wisata kali ini, yaitu Desa Wisata Geneng, Randusari, Kotesan, Brajan, Joho, Cucukan, Kemudo, dan Kokosan.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini