Share

Mengenal Serabi Solo, Camilan Legendaris Warisan Kuliner Era Mataram Kuno

Najwa Avifah Octavia, Jurnalis · Kamis 08 Desember 2022 18:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 07 301 2722601 mengenal-serabi-solo-camilan-legendaris-warisan-kuliner-era-mataram-kuno-5Nqe0uH0sL.jpg Serabi Solo (Foto: Marijalan)

SURAKARTA atau Kota Solo, Jawa Tengah punya segudang kuliner lezat. Salah satunya adalah serabi notosuman. Populer dengan nama serabi Solo, makanan khas ini rasanya gurih dan legit.

Serabi Solo terbuat dari tepung beras yang dicampur dengan santan dan dimasak di atas arang. Teksturnya lembut dan harum. Ciri lainnya adalah bentuknya yang berpori-pori lebar dan halus serta ujungnya yang garing dan legit.

Serabi Notosuman telah berdiri sejak tahun 1923. Nama “Notusman” diambil dari Jalan Notosuman yang kini telah berubah menjadi Jalan Mohammad Yamin, Kota Solo.

Serabi sendiri telah dikenal sejak masa Kerajaan Mataram, beberapa kali disebutkan dalam Serat Centhini, yang ditulis oleh pujangga Keraton Surakarta pada tahun 1814-1823 atas perintah Pakubuwana V, sebagai persembahan dalam prosesi ijab atau perkawinan, ruwahan, dan terutama kudapan.

Hingga kini asal usul serabi masih diperdebatkan.

Jurnalis investigasi yang juga host kuliner legendaris Bondan Winarno pernah menyebut serabi sebagai modifikasi dari apem india yang juga terbuat dari tepung beras dan ragi.

Sedangkan menurut orang Jawa, kue apem memiliki kedudukan istimewa. Apem diyakini berasal dari bahasa Arab afuum yang berarti pengampunan atau perlindungan. Orang Jawa menganggap kue ini tidak hanya sebagai makanan melainkan sebagai bentuk doa untuk pengampunan dan perlindungan.

Tak hanya itu kue apem dijadikan sebagai sajian berbagai ritual dan upacara tradisional Jawa.

Follow Berita Okezone di Google News

Awal mula adanya serabi Notosuman ialah dibuat tak sengaja oleh Hoo Ging Hok yang diminta tetangganya untuk membuatkan apem di acara selamatan. Berbeda dari bentuk biasanya Hoo Ging Hok membuat apem berbentuk pipih yang kini dikenal dengan serabi.

Rasanya yang enak membuat serabi disukai banyak orang, dan dari situlang Hoo Ging Hok rutin membuat dan berjualan. Hingga kini tetap eksis dan memiliki beberapa kios yang dikelolah oleh anak-anak dan kerabat Hoo Ging Hok.

Ilustrasi

Kue serabi menjadi identitas kuliner kota Solo atau Surakarta, yang memudahkan Anda untuk menemukan di berbagai pasar tradisional serta kampung Notosuman.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini