Share

Sosialisasi Sadar Wisata di Sleman, Kemenparekraf Tekankan Pentingnya Identitas Keunikan Desa Wisata

Antara, Jurnalis · Jum'at 09 Desember 2022 02:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 08 406 2723484 sosialisasi-sadar-wisata-di-sleman-kemenparekraf-tekankan-pentingnya-identitas-keunikan-desa-wisata-Uih7lk40aF.JPG Kegiatan sosialisasi sadar wisata Kemenparekraf di Sleman, DIY (Foto: Kemenparekraf)

KEMENTERIAN Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menggelar Sosialisasi Sadar Wisata (SSW) 5.0 di enam desa wisata yang ada di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kegiatan itu dihadiri sekitar 600 orang warga dan penggerak pariwisata desa.

Sosialisasi berlangsung di Kelurahan Madurejo, Gayamharjo, Sambirejo, Wuykirharjo, Sumberharjo, dan Tamanmartani.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno pada kesempatan sebelumnya menjelaskan, fokus untuk mengembangkan pariwisata yang berkualitas (quality tourism) merupakan kebijakan yang telah berjalan.

“Kita terus mengadopsi dan menggarap quality tourism. Jadi bukan hanya fokus pada angka-angka kedatangan, tapi juga bagaimana kualitasnya. Kita ingin menghadirkan pariwisata yang mengimplementasikan cara yang efektif, efisien, dan berorientasi hasil,” kata Sandiaga.

Senada, Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf/Baparekraf, Martini Mohamad Paham berujar bahwa pariwisata berkualitas dapat menciptakan peluang bagi desa wisata untuk mengambil peran.

Sosialisasi Sadar Wisata di Sleman, DIY

(Foto: Kemenparekraf)

Sosialiasasi Sadar Wisata menurutnya, merupakan rangkaian kegiatan Kampanye Sadar Wisata 5.0 yang menjadi program unggulan Kemenparekraf dengan dukungan penuh Bank Dunia sepanjang tahun 2022 hingga tahun 2023.

Dengan mengusung empat pesan utama yang meliputi Sapta Pesona, CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environment Sustainability), Pelayanan Prima, dan Manajemen Konflik, sosialisasi ini diharapkan dapat mendukung kesiapan para pelaku pariwisata dalam mengembangkan desa wisata menuju terwujudnya pariwisata berkualitas dan berkelanjutan.

“Wisatawan memilih mencari tempat-tempat baru, masyarakat perkotaan juga memilih desa wisata sebagai alternatif tempat wisata dan ini adalah peluang bagi kita semua untuk bangkit membangun desa wisata,” kata Martini, melansir Antara.

Oleh karenanya, pihaknya mendorong desa wisata guna menggali potensi yang ikonik dan menarik dari produk-produk wisata yang ada untuk ditonjolkan.

Menurut dia, desa wisata juga membutuhkan identitas (branding), di antaranya dengan cara mengangkat keunikan lokal yang dimiliki.

Follow Berita Okezone di Google News

Sementara itu, Inspektur Utama Kemenparekraf, Restog Krisna Kusuma ikut memberi perhatian terhadap upaya branding keunikan desa wisata.

Pasca-pandemi, kata dia, perjalanan wisata didominasi pergerakan pariwisata nusantara atau domestik dengan kecenderungan pada pola wisata yang bersifat luar ruangan (outdoor), termasuk atraksi, keindahan alam, dan budaya.

“Oleh sebab itu, desa wisata menjadi salah satu alternatif yang dapat membangun experience dan dapat memberikan kesan bagi wisatawan dengan menghadirkan ciri khas dan keunikan produk lokal, serta pelayanan yang berkualitas,” ucap Restog.

Infografis Desa Wisata

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Kabupaten Sleman, Ishadi Zayid mengatakan, upaya menjadikan sektor pariwisata sebagai lokomotif perekonomian, di antaranya melalui peningkatan kapasitas SDM pengelolaan pariwisata.

“Pembangunan pariwisata terintegrasi dan berkelanjutan, salah satunya adalah dengan partisipasi masyarakat. Dengan peningkatan kapasitas dan kualitas SDM, maka masyarakat akan dapat berpartisipasi dalam kemajuan pariwisata, sehingga kemudian masyarakat bukan hanya sebagai penonton saja, tapi sekaligus sebagai pelaku,” kata Ishadi.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini