Share

7 Bumbu Masakan Paling Mahal di Dunia, Harganya Sampai Ratusan Juta Guys!

Asthesia Dhea Cantika, Jurnalis · Minggu 11 Desember 2022 21:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 09 301 2724210 7-bumbu-masakan-paling-mahal-di-dunia-harganya-sampai-ratusan-juta-guys-PN9zmDU59I.jpg Safron (Foto: Boldsky)

BUMBU dapur termasuk bahan paling banyak dibutuhkan manusia di dunia. Bahkan zaman dulu orang-orang Eropa mencari rempah-rempah ke berbagai negara di Asia termasuk Indonesia demi kebutuhan dapur. Sampai-sampai menginvasi negara lain.

Harga bumbu dapur memang umumnya terjangkau. Tapi, tahukah Anda ada bumbu dapur yang harganya selangit. Tentu saja karena bumbu ini termasuk langka dan eksklusif sehingga penggunaannya harus sesuai dengan takaran.

Berikut 7 bumbu masakan termahal di dunia.

1. Saffron

Saffron menjadi bumbu dapur yang hingga kini masih sangat mahal. Sebab, safron yang halus perlu diekstraksi dengan hati-hati dari bunga crocus sativus, yang hanya mekar dua kali setahun.

Sekitar 250.000 bunga diperlukan untuk menghasilkan hanya satu kilo, dan mengumpulkannya membutuhkan waktu hingga 600 jam kerja manual. Tak heran harga per pon (454 gram) dibanderol 1.000-5.000 dollar AS atau setara dengan Rp14,8 sampai 741 juta.

Saffron kerap dijadikan tambahan untuk hidangan tradisional India, Timur Tengah, Afrika Utara, dan Eropa.

2. Serbuk Sari Adas

Setiap bagian dari tanaman adas digunakan dalam masakan di seluruh dunia. Umbi, dengan rasa manis ini kerap kali digunakan, baik mentah atau dimasak. Namun, ternyata bagian tanaman satu ini yang paling dihargai adalah serbuk sari, sebab memiliki rasa yang otentik dan kerap digunakan sebagai tambahan ke berbagai hidangan.

Hanya saja karena langka dan proses panen yang lama, membuat bumbu dapur satu ini memiliki harga yang mahal. Per ons-nya dibanderol 30 dolar AS atau setara dengan Rp444 ribu.

3. Biji Vanila

Vanila sintetis adalah salah satu perasa makanan paling umum digunakan di dunia. Bumbu satu ini ditemukan dalam beragam makanan, baik untuk kue maupun minuman.

Hanya saja, bumbu yang diproduksi secara massal ini tidak memiliki kemiripan dengan aroma dan rasa yang kaya dari tumbuhan vanila yang asli. Di pulau asalnya, Madagaskar, bumbu dapur ini memiliki harga yang cukup melambung sebab termasuk tanaman langka.

Tak heran, vanila alami dapat berharga lebih dari 20 dolar AS atau setara dengan Rp296 ribu per ons atau 6 hingga 8 polong.

4. Mahlab

Mahlab adalah rempah-rempah yang kompleks dan harum dengan campuran rasa manis dan pahit yang digunakan untuk menambah cita rasa pada berbagai hidangan.

Meski tidak begitu dikenal atau digunakan secara luas di Barat, Mahlab telah menjadi makanan pokok pedagang rempah-rempah Eropa dan Arab selama ribuan tahun.

Bumbu ini berasal dari lubang pohon Prunus mahaleb yang dihancurkan. Mahlab dibuat dengan mengekstrak lubang dari ceri, mengeringkannya, lalu menggilingnya menjadi bubuk halus. Sebab, proses yang rumit dan memakan waktu lama inilah yang membuat bumbu satu ini dibanderol 5-6 dollar AS atau setara dengan Rp74.000 per ons.

Follow Berita Okezone di Google News

5. Lada Panjang

Lada panjang atau cabai jawa termasuk keluarga Piperaceae yang memiliki rasa seperti adas manis, kayu manis, dan pala, dengan aroma dan gigitan yang halus. Lada panjang secara tradisional hanya ditanam di India dan Indonesia, meski popularitasnya jauh melampaui tak seperti lada pada umumnya, bumbu ini dibanderol 5 dollar AS per ons.

6. Biji Jintan Hitam

Kerabat dari jinten (Cuminum cyminum) yang lebih dikenal sebagai jintan hitam ini memiliki rasa pedas yang kompleks.

Bumbu dapur ini berasal dari India Utara, Iran, Maroko dan Mesir. Biji bumbu ini lebih kecil dan lebih tipis dari jintan biasa. Tak heran dibanderol dengan harga 3 dollar AS setara dengan Rp44.000 per ons.

Ilustrasi

7. Daun jeruk purut

Siapa yang menyangka tanaman yang banyak digunakan di Asia Tenggara ini harganya cukup fantastis. Daun ini digunakan untuk menambahkan rasa ke berbagai hidangan, termasuk kari dan tumis, hidangan nasi, dan sup.

Tidak mudah untuk memanen daun-daun ini, yang harus dipetik dengan tangan dari cabang-cabang kusut yang ditutupi dengan duri-duri ganas. Sehingga tak heran bumbu dapur satu ini dibanderol dengan harga sekitar 35 dollar AS atau setara dengan Rp519 ribu per pon.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini