Share

Kisah Loji Gandrung Solo, Lokasi Kirab Pernikahan Kaesang-Erina yang Dulu Ditinggali Soekarno

Bramantyo, Jurnalis · Jum'at 09 Desember 2022 21:41 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 09 406 2724225 kisah-loji-gandrung-solo-lokasi-kirab-pernikahan-kaesang-erina-yang-dulu-ditinggali-soekarno-eYdmoqqX1j.jpg Loji Gandrung di Kota Solo (Foto: Dinas Pariwisata Solo)

PERNIKAHAN Kaesang Pangarep dengan Erina Gudona akan digelar di Pendopo Royal Ambarukmo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu 10 Desember 2022. Kemudian resepsinya dipusatkan di Pura Mangkunegaran, Kota Solo, Jawa Tengah, pada Minggu 1 Desember nanti.

Selain Pura Mangkunegaran, Loji Gandrung juga dipilih sebagai lokasi kirab pernikahan Kaesang dan Erina. Loji Gandrung di Jalan Slamet Ryadi, merupakan bangunan bersejarah yang difungsikan sebagai rumah dinas wali kota Solo sejak dulu.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat masih menjabat Wali Kota Solo juga pernah tinggal di Loji Gandrung. Setelah ayah Kaesang Pangarep itu terpilih jadi Gubernur DKI Jakarta, Loji Gandrung ditempati Wali Kota FX Hadi Rudyatmo.

Loji Gandrung adalah bangunan peninggalan pemerintah Hindia Belanda. Pada masa awal Kemerdekaan Republik Indonesia, Loji Gandrung sering ditempati oleh Presiden Soekarno.

Di sini, masih banyak peninggalan yang dulu sering digunakan oleh Soekarno dan masih dirawat dengan baik dan dipajang di Loji Gandrung.

Kamar tidur yang masa itu sering dipakai Presiden pertama RI ketika berkunjung ke kota Solo itu masih utuh dan belum berubah. Ada piano, lemari, kursi tamu, dan berbagai perabotan rumah tangga lainnya yang terlihat masih utuh terawat dengan baik.

FX Hadi Rudyatmo pernah punya pengalaman mistik di kamar tidur Bung Karno. Kamar yang berukuran cukup besar seperti layaknya bangunan Belanda kini tidak ada yang berani untuk menempatinya dan dibiarkan kosong, hanya sesekali saja dibersihkan.

"Di sana ada foto ukuran besar Soekarno. Kadang tercium bau kembang melati dari kamar dan itu sudah lama terjadi bahkan sampai sekarang," jelas Rudi beberapa waktu lalu kepada Okezone.

Follow Berita Okezone di Google News

Rudi juga menceritakan dirinya pernah mencoba untuk tidur di ruangan tersebut. Namun dirinya sering mendengar suara organ berbunyi di malam hari. Kadang juga terdengar suara gemericik air dalam kamar itu.

"Ketika dilihat air tidak menyala dan kering. Yah wis biasa wae. Wong yen turu kono aku ra tau neng dhuwur, tapi neng karpet (Ya sudah biasa saja. Orang setiap tidur di kamar tersebut tidak pernah di ranjang tetapi di karpet)," kata Rudi sambil tertawa lepas.

Ilustrasi

Tak hanya itu saja, menurut salah satu staff penjaga di rumdin yang enggan disebut namanya menceritakan konon kamar yang sudah lebih dari 50 tahun tak pernah ditempati itu juga sering terjadi penampakan empat sosok orang Belanda berpakaian zaman dulu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini