Share

5 Rekomendasi Rute Walking Tour Asyik di Jakarta, Yuk Jelajahi Bareng Bestie

Kiki Oktaliani, Jurnalis · Senin 12 Desember 2022 13:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 12 549 2725268 5-rekomendasi-rute-walking-tour-asyik-di-jakarta-yuk-jelajahi-bareng-bestie-Stlo4Zs34N.JPG Para peserta walking tour (Foto: freewalkingtour.com)

BAGI Anda yang tengah berlibur di Jakarta, atau mungkin tinggal di Jakarta ada 5 titik rekomendasi walking tour yang asyik untuk dijelajahi.

Selain sehat, Anda juga tak perlu merasakan stres karena kemacetan yang terjadi, bahkan Anda dapat menyambangi beberapa tempat wisata sekaligus dengan harga yang sangat murah, tunggu apa lagi catat 5 rute walking tour berikut ini

1. Rute Pasar Baru

Rute walking tour pertama kita mulai dari Pasar baru, yang terletak di Kecamatan Sawah besar, pusat perbelanjaan ini berdiri sejak tahun 1980 dan termasuk dalam pusat perbelanjaan tertua di Jakarta.

Di pasar baru Anda dapat menemukan para pedagang kain yang kebanyakan berdarah India, di sini Anda juga bisa mencicipi berbagai street food yang dijual di gerobak-gerobak di sepanjang area pasar baru.

Pasar Baru juga dikenal sebagai salah satu tempat rekomendasi Anda yang suka trifting. Keluar dari pasar baru, kita menuju ke Taman lapangan Banteng, yang berjarak sejauh 500 meter.

Di sana Anda bisa duduk bersantai dan berswa foto dengan latar kolam dan monumen Pembebasan Irian Barat dengan tinggi 9 meter.

Pasar Baru, Jakpus

(Foto: Instagram/@united.toni)

Selanjutnya disambung ke rute Masjid Istiqlal, yaitu masjid terbesar yang ada di kawasan Asia Tenggara yang dibangun pada tahun 1978.

Terletak sejauh 230 meter, ada Gereja Katedral Jakarta atau Gereja Santa Maria Diangkat ke Surga, yaitu gereja Katolik yang diresmikan tahun 1901 dengan arsitektur neo-gotik dari Eropa.

Titik terakhir ditutup dengan menghabiskan waktu di Pos Bloc, di sini ada banyak sekali pilihan jajanan ataupun makanan yang siap membuat perut Anda kenyang.

2. Rute Kota Tua

Rute walking tour kedua dimulai dari Stasiun Kereta Api Jakarta Kota, yaitu stasiun yang resmi digunakan pada 8 Oktober, 1929 yang mana masih beroperasi dengan baik hingga kini.

Keluar dari bangunan tersebut Anda bisa berjalan langsung ke kawasan Kota Tua dan mengunjungi museum-museum yang ada di sana seperti museum Fatahillah, museum Wayang, museum Keramik, atau juga museum Bank Indonesia.

Kota Tua Jakarta

(Foto: Okezone.com)

Setelah puas menjelajahi kawasan Kota Tua, Anda bisa berjalan sejauh 750 meter dan berswa foto di depan Toko Merah. Tempat ini juga merupakan salah satu tempat bersejarah dan menjadi saksi bisu kekejaman penjajah terhadap rakyat Tionghoa.

Perjalanan dilanjutkan ke Jembatan Kota Intan sejauh 600 meter. Jembatan Kota Intan adalah jembatan tertua di Indonesia yang dibangun pada tahun 1628 oleh pemerintah Vereenigde Oostindische Compagnie atau VOC.

Follow Berita Okezone di Google News

3. Rute Pasar Pagi, Mangga Dua

Pasar pagi merupakan pusat perbelanjaan yang didirikan pada tahun 1989. Pasar Pagi bisa menjadi pilihan tempat belanja bagi masyarakat maupun wisatawan yang datang ke Jakarta.

Di sini Anda bisa mendapatkan banyak barang-barang dengan harga grosir, dan mencoba berbagai jajanan tradisional yang ada di area Jajanan Jadoel, lantai 2.

Dari sini, jika Anda masih belum kenyang perjalanan wisata kuliner bisa dilanjutkan ke gedung ITC Mangga Dua Mall dengan berbagai makanan legendaris yang tak kalah enaknya.

Pasar Pagi Mangga Dua

(Foto: Instagram/@pasar_pagi_mangga_dua_jakarta)

Berjalan sejauh 650 meter kita menuju destinasi selanjutnya, yaitu Gereja Sion yaitu Gereja Portugis. Uniknya nama Portugis pada gereja ini bukanlah identitas dari orang yang membangun gereja tersebut, melainkan orang-orang Belanda lah yang menbangunnya yang diperuntukkan bagi kaum Portugis Hitam (Mardijkers) yang dibawa dengan status budak. Peletakkan batu pertama dilakukan oleh Pieter Van Hoorn pada 19 Oktober 1693.

4. Rute Pecinan

Rute walking tour selanjutnya dimulai dari Petak Sembilan, memulai perjalanan dengan mencicipi kuliner khas Tionghoa. 200 meter dari Petak Sembilan ada Vihara Dharma Jaya Toasebio, salah satu Vihara tertua di Jakarta yang telah berdiri sejak tahun 1751 dan telah ditetapkan oleh pihak pemerintah sebagai peninggalan sejarah yang kini telah berumur 271 tahun.

Gereja Santa de Maria de Fatima terletak 130 meter dari Vihara, Gereja Santa de Maria de Fatima dibangun dengan arsitektur khas Tionghoa, dan berdiri sejak abad ke-19.

5. Rute Monas

Rekomendasi terakhir adalah rute Monas. Walking tour Monas direkomendasikan pada hari-hari kerja dengan tujuan dapat menjelajahi museum serta dapat naik ke bagian puncak Monas untuk menikmati pemandangan 360° kota Jakarta.

Dari atas puncak, Anda dapat melihat banyak bangunan-bangunan iconic dan bersejarah di kota Jakarta Pusat seperti Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral.

Monas, Jakarta Pusat

(Foto: Okezone.com/Dede Kurniawan)

Setelah puas menjelajahi museum, bagian cawan, dan puncak Monas, perjalanan dilanjutkan ke Perpustakaan Nasional Indonesia, dimana presiden Joko Widodo mengklaim bahwa perpustakaan tersebut adalah perpustakaan tertinggi di dunia , dengan ketinggian 126,3 meter dengan layanan sebanyak 24 lantai.

Dimana lantai favorit para pengunjung ada di lantai 24 dengan panorama Indah dari gedung-gedung pencakar langit yang ada di sekitar perpustakaan dan yang paling iconic adalah berswa foto dengan latar belakang Monumen Nasional.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini