Share

Menguak Makna Gingerbread, Hidangan Manis yang Khas saat Natal

Najwa Avifah Octavia, Jurnalis · Jum'at 23 Desember 2022 06:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 21 301 2731753 menguak-makna-gingerbread-hidangan-manis-yang-khas-saat-natal-wLZwhFON1Q.jpg Gingerbread (Foto: Readers Digest Canada)

GINGERBREAD atau roti jahe adalah suguhan populer saat Natal, yang memiliki berbagai jenis bentuk. Kue ini pertama kali muncul di Eropa tengah pada Abad Pertengahan. Terbuat dari gula dan rempah-rempah yang dibawa dari Timur Tengah oleh tentara saat kembali dari Perang Salib.

Pada Abad Pertengahan di Inggris, gingerbread yang berarti "jahe yang diawetkan”, namun terdapat perubahan pada abad ke-15, secara khusus roti jahe dibuat pada kue manis dengan treacle dan jahe. Dan pada abad ke-19 dijadikan hidangan ringan saat Natal.

Kue jahe ini juga sangat populer di negara Eropa lainnya, dan pada malam Natal terdapat “pemeran kue jahe”.

Pertemuan di mana orang dapat mencicipi kelazatan Roti jahe yang dipotong menjadi bentuk dan simbol menggambarkan musim.

Bahkan banyak desa di Inggris melakukan tradisi dimana wanita muda harus memakan pria kue jahe, atau "suami", untuk memastikan bahwa mereka akan segera menikah.

Awalnya Gingerbread atau roti jahe dibuat oleh para biksu, tetapi pada abad ke-17 dan ke-18 pembuat roti mulai menjadikan roti jahe sebagai suguhan.

Di Prancis dan Inggris, pembuat roti ini membentuk serikat pekerja, dan diberi hak eksklusif untuk membuat roti jahe, kecuali saat Natal dan Paskah.

Popularitas kue dan rumah roti jahe menyebar ke Amerika kolonial. Resep bervariasi dari satu daerah ke daerah lain, sesuai dengan asal negara para imigran yang menetap di sana.

Sebagian besar resep memiliki lebih sedikit bumbu daripada resep Eropa, dan seringkali pemukim memasukkan bahan-bahan lokal.

Follow Berita Okezone di Google News

Molase sirup maple dimasukkan dalam banyak resep di wilayah utara negara itu, sedangkan molase sorgum digunakan di Selatan. Rumah roti jahe juga sangat populer di Amerika awal, lebih populer daripada di Inggris.

Selain itu, roti jahe gaya Amerika yang keras lebih mirip dengan resep tradisional Jerman daripada roti jahe Inggris yang lebih lembut. Kesamaan ini bahkan lebih kuat di daerah seperti Pennsylvania dengan populasi imigran Jerman yang besar.

Ilustrasi

Popularitas roti jahe dan rumah roti jahe juga sangat meningkat pesat berkat Grimm Brothers yang menuliskan kisah Hansel dan Gretel, dimana karakter utama menemukan sebuah rumah yang terbuat dari roti Jahe.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini