Share

13 Tradisi Anti-Mainstream Rayakan Tahun Baru di Dunia yang Bikin Geleng-Geleng Kepala!

Najwa Avifah Octavia, Jurnalis · Kamis 29 Desember 2022 08:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 28 406 2735783 13-tradisi-anti-mainstream-rayakan-tahun-baru-di-dunia-yang-bikin-geleng-geleng-kepala-0heB7BmdDh.jpg Songkran Festival digelar sebagai tradisi merayakan tahun baru di Thailand (Foto: thaisnackonline.com)

PESTA malam tahun baru momen paling ditunggu banyak orang dan sangat menyenangkan. Di Indonesia umumnya dirayakan dengan berkumpul bersama keluarga dan teman sambil menikmati berbagai hidangan yang disajikan, ada juga yang berkeliling kota dan menyaksikan indahnya pesta kembang api.

Beberapa negara bahkan memiliki tradisi unik dan anti mainstream dalam merayakan malam tahun baru. Bahkan bagi orang awam mungkin menganggap tradisi ini aneh. Tapi, bagi mereka yang melakoni tentu saja ada makna tersendiri.

Berikut tradisi unik dan anti-mainstream merayakan tahun baru dalam wilayahnya di berbagai negara :

Berlari Sambil Membawa Koper Kosong – Ekuador

Ekuador, Amerika Serikat memiliki tradisi bernama β€˜maleta vacia’ yaitu, membawa koper kosong dan berlari mengelilingi komplek perumahan. Hal ini dianggap aneh dan diyakini mampu membuat orang bisa lebih banyak mengunjungi destinasi liburan.

Menggantung Bawang – Yunani

Protochronia atau tahun baru bagi masyarakat yunani dipercaya bahwa menggantungkan bawang laut di pintu sebagai penandaan kelahiran dan pertumbuhan kembali. Pada pagi harinya orangtua akan membangunkan anak-anaknya dengan memukulkan umbi bawang untuk beribadah ke gereja.

Ilustrasi

Ilustrasi

Melempar Sofa Ke Luar Jendela – Afrika Selatan

Afrika Selatan memiliki tradisi yang cukup aneh dan memerlukan tenaga kuat yaitu, melemparkan sofa bekas melalui jendela yang bertujuan untuk menghempaskan masalah di masa lalu dan memulai sesuatu yang baru.

Memakan Donat Isi (Krapfen) – Jerman

Krapfen, Kreppel, Krebbel, Berliner atau donat isi adalah hidangan penting untuk perayaan Sylvester (pergantian tahun) di Jerman. Dahulu, makanan manis dianggap langka dan mahal sehingga hanya kalangan tertentu saja yang mampu membelinya.

Ilustrasi

Ilustrasi

Mengecat Merah Pada Pintu Rumah - China

Masyrakat china meyakini mengecat pintu rumah berwarna merah akan membawa keberuntungan dan membawa kebahagiaan. Mereka tak lupa untuk meletakkan gunting pita merah di jendela dan pintu sebagai tanda permohonan keberuntungan untuk tahun yang akan mendatang.

Festival Songkran – Thailand

Berbeda dengan pergantian tahun Masehi, masyarakat Thailand percaya bahwa tahun baru tradisional jatuh pada bulan April. Mereka mengadakan festival selama 3 hari dengan cara memercikan, dan menyemprot, air kepada siapa saja yang ditemui di jalan.

Follow Berita Okezone di Google News

Celana Dalam Warna-warni – Amerika Selatan

Meksiko dan negara lain di Amerika latin lainnya, memiliki kepercayaan bahwa warna pakaian dalam yang digunakan pada malam pergantian tahun akan mempengaruhi keberuntungan. Warna merah melambangkan jodoh, kuning melambangkan keberuntungan, dan putih melambangkan ketenangan dan kedamaian.

Menaburkan Garam di Depan Pintu – Turki

Menaburkan garam di depan pintu, tepat setelah lonceng pergantian tahun baru berdentang dipercaya masyarakat Turki akan mendatangkan keberuntungan dan kelimpahan terhadap rumah yang ditempati.

Menjatuhkan Es Krim – Swiss

Di Swiss es krim pada perayaan tahu baru tidak dinikmati dengan cara memakan, namun dengan cara menjatuhkan begitu saja ke lantai, hal ini dipercaya sebagai simbol perayaan dan keberuntungan.

Melempar Bunga Putih ke Laut – Brazil

Pada hari pertama tahun baru, masyarakat Brazil melemparkan bunga-bunga berwarna putih ke laut dilakukan sebagai penghormatan kepada Dewi Lautan. Tak hanya itu, mereka membuat permohonan dan harapan yang mereka ucapkan saat melemparkan bunga.

Melelehkan Timah Untuk Meramal Nasib - Finlandia

Masyarakat Finlandia memiliki caranya sendiri untuk memprediksi apa yang akan terjadi di tahun baru dengan melelehkan pelat timah di baskom berisi air. Bentuk timah yang terbentuk diyakini sebagai simbol dari peristiwa besar yang akan terjadi, seperti bentuk hati atau cincin yang berarti pernikahan, bentuk kapal melambangkan perjalanan panjang. dan bentuk babi berarti rezeki melimpah.

Membunyikan Lonceng 108 Kali – Jepang

Membunyikan lonceng sebanyak 108 kali merupakan upacara tradisional dengan sebutan Joya no Kane. Dilakukan di kuil Budha, yang dipercaya akan membersihkan diri dari 108 pikiran kotor manusia serta diyakini untuk mengusir kejahatan dan dosa manusia.

Ilustrasi

Celana Dalam Warna Pink – Argentina

Kaum jomblo di Argentina percaya bahwa menggunakan celana dalam berwarna pink di tahun baru dapat mendatangkan jodoh yang kita inginkan. Memakan kacang hijau juga akan mendapatkan keberuntungan dalam pekerjaan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini