Share

Sensasi Berburu Durian Langsung dari Kebunnya di Palabuhanratu Sukabumi, Bisa Makan Sepuasnya

Raden Yusuf Nayamenggala, Jurnalis · Selasa 03 Januari 2023 15:17 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 03 549 2739392 sensasi-berburu-durian-langsung-dari-kebunnya-di-palabuhanratu-sukabumi-bisa-makan-sepuasnya-GD5T9Z7FlD.JPG Durian lokal di Pelabuhanratu, Sukabumi (Foto: MPI/Raden Yusuf)

KUALITAS aneka jenis durian lokal khas Indonesia tak kalah dengan buah impor. Salah satunya durian lokal dari Desa Sukamaju, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Lokasi kebun-kebunnya tak jauh dari Pantai Palabuhanratu.

Di sana terdapat beragam jenis durian antara lain si cokelat, si susu, si ketan, si pelor, durian matahari, dan sebagainya. Rasanya legit, manis dan lembut. Bahkan durian si cokelat dagingnya begitu lembut seperti es krim.

Anda dapat memakan langsung durian-durian tersebut di kebunnya. Sebelumnya, kita bisa melihat para petani durian memanjat pohon-pohonnya yang tinggi untuk memetik "buah dewa" tersebut.

 BACA JUGA:3 Spot Cantik di Puncak Darma Geopark Ciletuh, Instagramable Banget Cocok Buat Selfie

Untuk menuju kebun durian di Cikakak, treknya terbilang cukup ekstrem dan hanya bisa dilalui oleh satu mobil. Karena itu kita perlu berhati-hati.

Setibanya di kebun, tampak hamparan pohon durian yang menjulang tinggi. Di sana ada pohon durian yang tingginya mencapai lebih dari 80 meter!

Tim MNC Portal begitu tiba di lokasi menyaksikan langsung beberapa buah durian yang jatuh dari ketinggian. Buah-buah matang tersebut tidak diikat oleh pemiliknya. Karena itu, warga sekitar terutama anak-anak bebas membawa pulang durian jatuhan tersebut secara gratis.

 

Sementara itu, durian-durian yang sudah diikat berarti sudah ditandai oleh pemilik kebun untuk dipetik dan dijual atau dinikmati sendiri.

Kita tak perlu khawatir durian-durian jatuhan menimpa kita karena di kebun tersebut ada jalur aman menuju beberapa saung. Di sanalah kita dapat menikmati durian langsung dari pohon dengan tenang dan aman ditemani minuman kopi, teh atau sekadar air mineral.

 BACA JUGA:Kisah Desa di Geopark Ciletuh, Dulu Kampung TKW Kini Jadi Kawasan Homestay

Di kebun seluas sekitar dua hektare itu ada dua petugas yang melayani pengunjung. Satu orang bertugas untuk memanjat pohon durian dan satunya menunggu di bawah untuk menerima jaring penuh berisi durian dari atas.

Dengan gesit dan lihai pemetik buah durian memanjat pohon berbekal tali tambang dan golok untuk memotong durian dari tangkainya. Saking piawainya, tak perlu waktu lama, dalam beberapa detik saja dia sudah sampai di dahan yang dituju di mana banyak durian matang untuk dipetik.

 Satu per satu durian pun dimasukkan ke dalam jaring dan diturunkan menggunakan tali tambang dari atas. Satu jaring bisa memuat sekitar 10 buah durian ukuran sedang. Setelah durian terkumpul di bawah tiba saatnya untuk melahapnya. Selain di saung, kita bisa pula menikmati durian di bawah pohon di area aman. Buah-buah itu disajikan dan dibelah di atas daun pisang. Sementara kita memakannya sambil jongkok atau duduk mengelilingi daun pisang tadi.

Follow Berita Okezone di Google News

Saat mencicipi durian lokal Cikakak, ada satu durian yang cukup menarik perhatian, yakni si cokelat. Buah durian dengan kulit berwarna cokelat tersebut tidak sebesar durian musangking atau montong. Namun dagingnya begitu tebal dengan biji kecil. Rasanya boleh diadu dengan durian impor atau dari daerah lain. Manis dan begitu lembut. Bikin ketagihan!

Pengusaha durian cikakak yang menemani tim MNC Portal, Encep Suhenda, 65, mengungkapkan, si cokelat merupakan salah satu durian unggulan dari Kecamatan Cikakak. Pria yang akrab disapa Wa Ncep itu mengatakan, durian si cokelat banyak diminati kalangan pengusaha dan pejabat baik dari pusat maupun daerah.

"Karena rasa dan teksturnya yang lembut seperti es krim, peminatnya banyak. Sampai harus pesan dulu sebelum datang," ucap Wa Ncep.

 Ilustrasi

Dia mengungkapkan, satu pohon di sana setidaknya bisa menghasilkan 300-500 buah sekali panen.

Perihal harganya, Wa Ncep menyebutkan mulai Rp50 ribu hingga Rp150 ribu per buah. Itu kalau beli langsung di kebun. Kalau sudah masuk pasar, harga bisa naik bahkan dijual per kilogram.

Musim panen durian cikakak berlangsung mulai Agustus hingga Februari. Jadi kita perlu menyesuaikan waktu kunjungan kita dengan masa panennya untuk bisa menikmati durian lezat khas cikakak dari kebunnya langsung sepuasnya.

Jangan lupa, sisakan beberapa ikat untuk dibawa pulang agar keluarga dan kolega dapat pula turut menikmati kelezatan durian cikakak ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini