Share

Mengenal Zone of Silence, Kawasan Sunyi yang Tak Bisa Ditembus Sinyal di Bumi

Sri Latifah Nasution, Jurnalis · Sabtu 07 Januari 2023 17:20 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 05 408 2740963 mengenal-zone-of-silence-kawasan-sunyi-yang-tak-bisa-ditembus-sinyal-di-bumi-DiVOaupIYA.jpg Zone of Silence di Meksiko (Foto: ritebook.in)

PEMERINTAH di setiap negara di dunia pastinya mengupayakan pemerataan jaringan ke seluruh wilayah negaranya. Namun, bagaimana jika wilayah tersebut sama sekali tidak bisa tembus sinyal gawai maupun internet?

Zone of Silence atau La Zona del Silencio adalah salah satu spot mistis yang tidak bisa dijangkau oleh koneksi data apa pun. Zone of Silence terletak di Cagar Biosfer Mapimí di Durango, Meksiko. Hanya ada sedikit kehidupan di gurun tandus ini, selebihnya adalah kesunyian.

Menurut mitos urban, gurun ini dikelilingi oleh magnet yang sangat aneh, hingga membuat radio dan sinyal komunikasi tidak dapat ditransmisikan.

Zone of Silence sudah tiga kali dihantam meteorit yang berbeda pada tahun 1938, 1954, dan 1969.

Pada Juli 1970, roket Athena yang dikirim oleh Angkatan Udara Amerika Serikat dari Green River, Utah ke atmosfer bumi malah jatuh di pusat Zone of Silence.

Tidak ada yang tahu pasti apa yang membuat roket tersebut melenceng jauh dari tujuan.

Wernher von Braun, ilmuwan Nazi yang membantu merintis program luar angkasa Amerika Serikat, ikut menyelidiki lokasi kecelakaan, bersama ratusan penduduk setempat yang disewa oleh Angkatan Udara AS.

Proses pengangkatan roket tersebut berlangsung selama 28 hari setelah penemuannya.

 Setelah para penggali dan Angkatan Udara AS pergi dari wilayah tersebut, seorang warga mulai mengiklankan tempat yang awalnya dirahasiakan tersebut sebagai lokasi aneh.

Follow Berita Okezone di Google News

Cerita tentang hewan abnormal, tumbuhan, dan bahkan beberapa komunikasi dengan dunia lain mulai berembus. Mereka mengklaim alasan misil tersebut salah sasaran karena transmisi yang tidak berfungsi di sana.

Menurut para zoneros yang menjadi pemandu wisata lokal, endapan magnetit bawah tanah, ditambah puing-puing dari meteorit mengganggu transmisi data.

Ilustrasi

Namun, para ahli memiliki pendapat lain tentang hal tersebut.

“Baik saya atau siapa pun yang saya ajak bicara (selain zoneros) tidak mengalami masalah dengan radio atau kompas mereka saat bekerja di Cagar Alam,” tulis Andrea Kaus, yang mengerjakan disertasi doktoralnya tentang Cagar Biosfer Mapimí.

“Klaim mutasi mengacu pada fenomena alam (seperti) pola segitiga pada populasi kura-kura Bolson dan bantalan nopal coyotillo yang berubah menjadi ungu selama musim kering.”

1
2
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini