Share

Intip Desa Wisata di China yang Makmur karena Teknologi Fotovoltaik

Antara, Jurnalis · Senin 09 Januari 2023 15:00 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 07 408 2741898 intip-desa-wisata-di-china-yang-makmur-karena-teknologi-fotovoltaik-xct6a1C6Yj.JPG Desa wisata di China timur yang memanfaatkan teknologi fotovoltaik (Foto: NPSC)

SEJUMLAH pria dan wanita berkumpul di lapangan, menabuh gong dan genderang sebagai penanda bahwa Tahun Baru Imlek segera datang.

Mereka berbondong-bondong ke lapangan Desa Hong Guofang. Sekretaris Partai Komunis China (CPC) desa itu sudah menyiapkan sejumlah amplop merah, yang oleh masyarakat China disebut 'hongbao', berisi sejumlah uang untuk dibagikan kepada warga.

Setiap rumah tangga mengirimkan anggota keluarga sebagai perwakilan untuk menemui sekretaris partai desa itu guna menerima amplop merah sebagai hadiah spesial Imlek.

Pengurus partai penguasa tunggal di China itu menghimpun uang yang dibagikan kepada warga yang diperoleh dari pendapatan panel listrik tenaga surya.

"Saya tidak pernah berpikir atap rumah di desa ini bisa menghasilkan uang sungguhan," kata Cai Yinhua, warga Desa Hong Guofang, Kota Longguan, Provinsi Zhejiang, seperti dikutip dari Antara.

Ia rela meninggalkan aktivitasnya di kota dengan memilih pulang ke desanya yang asri dikelilingi perbukitan nan hijau di wilayah timur China itu sejak 2016.

Infografis Kota Paling Ramah Sedunia

"Dulu, rumah-rumah tua di sini banyak yang bobrok," sambung Cai.

Ia tak menyangka rumah-rumah tua itu telah berubah drastis. Kini rumah itu disulap menjadi bangunan vila bertingkat dan megah, sehingga kualitas hidup masyarakat Desa Hong Guofang telah bertambah baik.

Cai menyebut, sedikitnya 60 rumah di desanya yang peruntukannya telah berubah menjadi rumah singgah bagi wisatawan (homestay). Oleh karena sudah berubah menjadi desa wisata, maka penduduk lainnya juga sudah banyak yang membuka usaha, terutama toko kebutuhan logistik.

Teknologi fotovoltaik tidak saja mengubah energi sinar matahari menjadi energi listrik secara langsung, melainkan juga mengubah nasib warga desa itu.

Setiap rumah di desa itu tidak saja mendapatkan pasokan listrik secara cuma-cuma setiap bulan hingga 50 kilowatt per jam (kWh), melainkan warganya juga mampu menghasilkan pendapatan secara kolektif lebih dari 600.000 Yuan atau sekitar Rp1,3 miliar.

Sehingga tak heran, jika Imlek di desa itu bertambah semarak karena ada insentif yang dibagi-bagikan kepada warga sebagaimana digambarkan oleh media lokal sebagai desa bermandikan cahaya yang membawa kemakmuran bagi warganya.

Follow Berita Okezone di Google News

Ramah lingkungan

Desa Hong Guofang membiarkan terik matahari menyinarinya sepanjang hari. Sinar matahari di desa lembah pegunungan di wilayah timur China itu bagaikan sumber penghidupan bagi warganya.

"Saya dulu memang pernah berpikir bahwa kehidupan di desa ini akan lebih baik. Namun saya tidak pernah berpikir bahwa kehidupan di desa ini akan sebaik ini," kata Wang Zhiguo, warga Desa Hong Guofang lainnya.

Di tangannya sudah ada amplop merah, cepat-cepat dia melangkah ke rumahnya yang kini telah berubah menjadi vila empat lantai. Dibukanya secara perlahan, dan dihitung isinya secara teliti.

Senyumnya bertambah lebar tatkala bertemu dua pelancong yang baru saja pindah ke vilanya. Itu berarti menambah pendapatannya lagi sebelum musim mudik Imlek yang dikenal dengan istilah Chunyun benar-benar mengalami puncaknya mulai pertengahan Januari ini.

Infografis Desa Wisata

Peran Wang Guozhi tidak bisa dilupakan oleh penduduk setempat karena dialah orang yang dianggap memelopori usaha di sektor pariwisata.

Atas prakarsanya, warga setempat mulai memanfaatkan kamar-kamar kosong di rumahnya sebagai homestay. Kemudian melalui bimbingan perusahaan pemasok listrik lokal, homestay tersebut menerapkan transformasi elektrifikasi yang tentu saja bernilai ekonomi.

"Pembangkit listrik fotovoltaik tidak saja ramah lingkungan dan bebas polusi, tapi juga menjadikan pemandangan desa ini sangat indah," kata Cai Yinhua yang merasa tergerak hatinya untuk memutuskan pulang ke kampung halamannya sejak enam tahun silam.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini