Share

Erupsi hingga Lontarkan Abu 900 Meter, Begini Asal Usul Nama Gunung Kerinci

Prisca Arianto, Jurnalis · Kamis 12 Januari 2023 11:03 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 11 408 2744061 erupsi-hingga-lontarkan-abu-900-meter-begini-asal-usul-nama-gunung-kerinci-m61sgPFGMv.JPG Gunung Kerinci di perbatasan Jambi dan Solok Selatan (Foto: Instagram/@IHCANvanJAVA)

SALAH satu gunung yang cukup terkenal dan memiliki keindahan yang luar biasa di Indonesia adalah Gunung Kerinci. Terletak di Provinsi Jambi, tepatnya Kabupaten Kerinci, Jambi, Kerinci memiliki ketinggian 3.805 mdpl atau yang paling tinggi di Indonesia jika tidak dimasukkan ‘Puncak Jayawijaya’ di Papua, bahkan juga gunung api paling tinggi di Asia Tenggara.

Gunung Kerinci adalah salah satu gunung yang tergabung dalam barisan pegunungan Bukit Barisan.Gunung yang satu ini memiliki puncak yang cukup tinggi sehingga membuat Anda bisa melihat langsung panorama kota Jambi, Padang, Bengkulu, dan hamparan samudra.

Meskipun jalur pendakiannya cukup sulit untuk ditaklukkan, namun masih banyak pendaki-pendaki berpengalaman maupun yang masih baru menargetkan gunung satu ini.

Namun, tahukah Anda asal usul nama gunung Kerinci? Berikut asal usul nama Gunung Kerinci sebagaimana yang dirangkum Okezone.

Melansir dari laman pendaki.com, Asal mula nama Kerinci sendiri masih diperdebatkan. Ada yang mengatakan, kata Kerinci datang dari bahasa Tamil, 'kurinji' yakni semacam nama bunga yang hanya berada di dataran tinggi.

Infografis Gunung Tertinggi di Indonesia

Tapi, ada pula yang mengatakan nama Kerinci berawal dari kata kering dan cair, dikarenakan kadang diperkiraan cuaca tidak pas, karena curahan hujan tidak teratur.

Di cerita lain, ada juga yang menyebutkan bahwa kata Kerinci berasal dari kata ci-ci, yang maknanya anak 'kunci'. Dalam riwayat Tiang Bungkuk Panduko Rajo dari China, kunci ini sebagai pembuka rahasia Kerinci. Anak kunci ini raib di daerah sekitar danau. Benar atau tidaknya selama ini belum ada penjelasan.

Sedangkan menurut cerita rakyat, asal usul nama Kerinci pertama kali berasal dari hiduplah dua orang saudara kembar bernama Calupat, dan Calungga. Mereka sudah tidak memiliki ayah dan ibu.

Kedua yatim piatu ini hidup dari sasaran makanan di hutan dan mengasingkan diri dari masyarakat sekitar. Kedua kakak kembar beradik ini memiliki pusaka peninggalan orangtuanya berupa buah delima dan batu putih.

Follow Berita Okezone di Google News

Suatu hari, Calungga sang kakak, pergi berburu untuk mencari makanan di hutan. Dalam perburuan itu Calungga menemukan sebutir telur yang sangat besar di dalam hutan.

Awalnya ia ingin menunjukkan telur besar itu kepada adiknya, Calupat. Namun, karena rasa lapar yang menyerangnya dalam perjalanan pulang, akhirnya ia memutuskan untuk memakan sendiri telur besar tersebut.

Setelah selesai memakan telur tersebut, Calungga merasakan kehausan yang teramat sangat. Ia memutuskan untuk mencari air di sungai terdekat yang ada di kaki Gunung Kerinci.

Sesampainya di sana, hal aneh terjadi, Calungga tidak dapat menghilangkan rasa hausnya meskipun telah meminum air dari sungai. Bahkan, setelah ia meminum seluruh air sungai yang ada di kaki Gunung Kerinci sampai kering, ia tetap tidak bisa menghilangkan rasa hausnya.

Infografis Gunung Terpendek di Dunia

Tiba-tiba bentuk tubuh Calungga berubah, secara perlahan tubuhnya mulai memanjang dan ditumbuhi sisik-sisik emas sebesar tampah. Hingga akhirnya, Calungga telah sepenuhnya berubah menjadi seekor naga raksasa.

Dengan wujudnya yang baru itu, Calungga memiliki kekuatan yang luar biasa, bahkan dengan sekali putaran tubuhnya, lembah di kaki Gunung Kerinci diubahnya menjadi Danau Bento.

Tak hanya itu, dengan sekali tiupan, Calungga juga mampu menciptakan sungai di kaki Gunung Kerinci. Sungai tersebut adalah Muara Angin atau Sungai Batang Merangin. Kemudian sungai tersebut menyusut dan sisanya membentuk Danau Kerinci seperti yang ada saat sekarang ini.

Calungga akhirnya memutuskan untuk kembali ke rumah menemui adiknya, Calupat. Sesampainya di rumah, sang adik terkejut melihat perubahan wujud Calungga.

Ia merasa bahwa kini tinggal dirinya seorang yang hidup disana. Akhirnya, ia meminta tolong kepada naga Calungga agar mengantarkannya ke perkampungan di sebelah timur matahari. Ia ingin menghabiskan sisa hidupnya bersama penduduk di sana.

Infografis Gunung di Jawa Barat

Calupat pun diantar oleh sang naga yang merupakan perwujudan kakaknya tersebut. Sesampainya disana, calupat yang menunggangi naga dengan duduk di atas kepala justru dinobatkan sebagai Raja. Ia memiliki gelar Sang Hyang Jaya Naga dan dianggap sakti karena berhasil menaklukkan seekor naga.

Begitulah seklumit tentang asal-usul Gunung Kerinci berdasarkan berbagai versi. Semoga penjelasan tersebut menambah wawasan ya Okezoners.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini