Share

Fakta Unik Timbuktu, Kota yang Disebut-sebut Ada dalam Komik Donal Bebek

Rina Anggraeni, Jurnalis · Sabtu 14 Januari 2023 19:30 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 13 408 2745470 fakta-unik-timbuktu-kota-yang-disebut-sebut-ada-dalam-komik-donal-bebek-XJmxeH804p.JPG Timbuktu, kota kuno yang disebut-sebut ada dalam komik Donal bebek (Foto: Instagram/@aliceoutthere1)

FAKTA unik Timbuktu, kota yang disebut-sebut ada di dalam komik Donal bebek akan diulas pada artikel kali ini. Wilayah bersejarah ini terletak di Mali dan pernah menjadi pusat perdagangan, agama, dan budaya.

Selain itu, kota ini pernah masuk dalam cerita komik Donal bebek dalam mencari harta karun. Ternyata ada beberapa keunikan dalam Timbuktu yang belum banyak orang tahu.

Berikut fakta unik Timbuktu, kota yang disebut-sebut ada di dalam komik Donal bebek sebagaimana Okezone rangkum dari berbagai sumber:

1. Permukiman musiman

Sebuah kota yang terletak di Mali adalah salah satu tempat terpenting dalam sejarah peradaban Islam di Afrika Barat. Timbuktu pernah menjelma sebagai salah satu pusat ilmu pengetahuan dan peradaban Islam yang termasyhur.

Kota Timbuktu, Mali

(Foto: Instagram/@citiesandtownsworld)

Pada abad ke-5 SM, Timbuktu pada awalnya adalah pemukiman musiman sementara untuk pedagang garam, emas, dan unta. Pada akhir abad ke-6 Timbuktu menjadi kota yang makmur. dan menjadi situs komersial permanen di awal abad ke-8.

2. Berjulukan kota 333 orang suci

Julukan ini memilik alasan sebab ada 333 orang suci dimakamkan di kota itu. Mereka adalah cendekiawan dan guru muslim terkenal yang sangat dihormati karena kebijaksanaan, kemurahan hati, dan keilmuan mereka yang luar biasa.

3. Memiliki masjid tertua

Timbuktu adalah rumah bagi tiga masjid tertua di Afrika Barat. Tiga masjid yakni Jinguereber (Djingareyber), Sankore, dan Sidi Yahia dibangun pada abad ke-14 silam.

Follow Berita Okezone di Google News

4. Punya cadangan emas

Timbuktu dirumorkan memiliki harta karun tak terbatas. Rumor ini menyebar hingga ke benua Eropa, membuat orang berbondong-bondong datang.

Pasalnya, pada tahun 1324, Mansa Moussa (Raja Mali yang berkuasa pada tahun 1307-1332) berkunjung ke Makkah membawa ribuan budak dan emas dalam jumlah banyak. Emas ini diambil oleh Moussa dari tambang di sebelah barat Timbuktu.

Kota Timbuktu

(Foto: Instagram/@__mcatlas__)

5. Kota cendekiawan

Sebagai tempat perdagangan yang sering dikunjungi banyak orang dari berbagai macam latar belakang, kota ini dengan cepat menjadi tempat pertemuan intelektualisme dan budaya selama abad ke-13.

Pada abad 13 hingga 14 proses belajar dan mengajar Islam berkembang dengan pesat. Pada saat itu, di bawah pemerintahan penguasa Kekaisaran Mali yang sangat terkemuka, Mansa Musa, Timbuktu menjadi pusat pembelajaran Islam yang terkenal. Rakyat di wilayah itu begitu gemar membaca buku.

Selama berabad-abad, sejumlah cendekiawan terkenal dan penulis sejarah telah menggambarkan Timbuktu dalam berbagai literatur. Yang paling terkenal adalah: Ibn Batutah, Ibn Faḍl Allāh al-‘Umarī, Shabeni, Ibn Khaldun, Leo Africanus, termasuk René Caillié.

Saking tingginya tingkat pendidikan di sana, Abd Arahman Atimmi, seorang profesor bahasa Arab dari Hedjaz (Semenanjung Arab) pernah ke Timbuktu dengan maksud mengajar.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini