Share

Musuhan dengan China, Apakah Jepang Ikut Rayakan Imlek?

Cahyo Yulianto, Jurnalis · Jum'at 20 Januari 2023 08:00 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 18 406 2748693 musuhan-dengan-china-apakah-jepang-ikut-rayakan-imlek-dR8suz5C1q.jpg Festival Imlek di Taiwan (Foto: Asia Media International)

APAKAH Jepang ikut merayakan Tahun Baru Baru China atau Imlek? Pertanyaan ini mungkin lazim terdengar mengingat hubungan Jepang dan China memang tak akur dari dulu, meski sama-sama berada di Asia Timur.

Secara sekilas mungkin sebagian masyarakat Indonesia menganggap bahwa Jepang, Kore dan China memiliki banyak kemiripan. Sehingga banyak pula yang menanyakan apakah di Jepang merayakan Tahun Baru Imlek.

 BACA JUGA:Libur Imlek Bingung Mau ke Mana? Intip Pilihan Destinasi Berikut Ini!

Imlek bagi masyarakat Tionghoa atau China adalah momen sakral yang dirayakan dengan meriah setiap tahun. Perayaannya Imlek bahkan sampai 15 hari berturut-turut dan ditutup dengan Cap Go Meh. Imlek tahun ini jatuh pada 22 Januari 2023.

Imlek atau Lunar New Year adalah tahun baru dalam kalender China yang perhitungannya didasarkan atas pergerakan bulan. Imlek sendiri merupakan salah satu perayaan terbesar di dunia.

 

Di Jepang, terdapat dua jenis kalender. Kalender lunar, yaitu tanggal dihitung berdasarkan fase bulan. Dan juga kalender matahari, yaitu dimana satu tahun dihitung berdasarkan satu kali revolusi bumi mengelilingi matahari.

 BACA JUGA:Tradisi Berendam Air Es, Ritual Penyucian Diri ala Warga Jepang di Awal Tahun

Jepang sendiri merupakan salah satu negara di Asia yang tidak memiliki kebiasaan untuk merayakan tahun baru imlek.

Di Jepang, kalender lunar hanya digunakan sebelum era Meiji(1868-1889) dan tahun baru dirayakan saat imlek. Kalender lunar masuk ke Jepang pada abad keenam masehi.

Namun setelah era Meiji tepatnya di tahun 1872, pemerintah Jepang mengeluarkan kebijakan untuk menggunakan kalender baru dengan satu tahun terdiri atas 365 hari, Januari hingga Desember. Setelah pergantian kalender ini, kebiasaan perayaan imlek di Jepang perlahan mulai hilang.

Follow Berita Okezone di Google News

Di Jepang era modern seperti saat ini, imlek bukanlah bagian dari budaya hidup orang Jepang. Bahkan sebagian besar orang Jepang tidak mengetahui tentang imlek dan hanya mendengarnya sebagai berita melalui televisi.

Alasan Jepang melakukan pergantian kalender dan meninggalkan budaya imlek adalah karena Jepang memeluk erat budaya barat semenjak era Meiji. Pada masa itu Jepang sedang mencoba membaratkan diri dengan menghapus budaya dan tradisi. Pada masa itu, westernisasi sama dengan modernisasi.

 Ilustrasi

Setelah periode Meiji, tahun baru imlek masih dirayakan di beberapa daerah di Jepang. Namun setelah perang dunia kedua hingga sekarang, hanya Prefektur Okinawa dan Kepulauan Miami di Prefektur Kagoshima yang memiliki beberapa kuil, vihara dan acara yang berkaitan dengan imlek.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini