Share

Kenapa Naik Gunung Jumlah Pendaki Tak Boleh Ganjil? Simak Penjelasannya

Prisca Arianto, Jurnalis · Jum'at 20 Januari 2023 13:02 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 19 406 2749095 kenapa-naik-gunung-jumlah-pendaki-tak-boleh-ganjil-simak-penjelasannya-8S0qNVCZp6.JPG Rombongan pendaki gunung (Foto: Instagram/@exploregunung_)

GUNUNG merupakan tempat yang cocok untuk bermeditasi dan menyehatkan badan. Selain bisa mendapatkan ketenangan, gunung jadi tempat yang pas untuk berpetualang sambil hiking.

Mendaki gunung sudah menjadi bagian dari kegiatan traveling yang digemari banyak orang. Selain mencari kepuasan lewat suasana dan panorama alam yang ditawarkan, beberapa orang merasa lebih tertantang untuk melakukan perjalanan menuju puncak gunung dengan segala kesulitan yang dihadapinya.

Namun, tahukah Anda bahwa mendaki gunung tidak hanya sebatas mendaki. Ada beberapa peraturan serta mitos yang sudah beredar di kalangan mendaki gunung. Salah satunya adalah mengenai kisah mistis dan nasib sial saat mendaki gunung dengan jumlah ganjil.

Mitos ini diperkuat setelah banyak konten misteri yang mengangkat sisi mistis saat pendakian gunung berjumlah ganjil.

Infografis Gunung Tertinggi di Indonesia

Ada larangan tidak tertulis di beberapa gunung di Indonesia terkait mendaki gunung dalam jumlah ganjil. Misalnya, di Gunung Lawu, Gunung Slamet, Gunung Arjuno, Gunung Welirang dan Gunung Semeru.

Berdasarkan mitos yang beredar, pendaki yang memaksakan diri naik ke gunung tersebut dengan jumlah ganjil biasanya akan bernasib buruk. Lantas mengapa demikian?

Mengutip Quora, sebagian masyarakat meyakini bahwa angka ganjil memiliki kekuatan magis, di antaranya ada yang berpendapat akan mendapat kejadian aneh dan juga kejadian yang tidak menyenangkan apabila mereka berhubungan dengan angka ganjil.

Hal ini dikarenakan sebagian masyarakat terutama di Pulau Jawa mempercayai bahwa mendaki dengan jumlah ganjil bersifat konotatif.

Follow Berita Okezone di Google News

Ada juga yang bercerita, konon katanya kalau anggota atau rombongannya berjumlah ganjil maka dalam perjalanan akan digenapkan oleh 'entitas' tertentu (makhluk halus/astral) atau malah salah satu anggota tim akan hilang. Uniknya, kepercayaan terhadap mitos tersebut masih dipercaya di kalangan pendaki sampai sekarang.

Padahal jika ditelisik lebih jauh, mendaki gunung dengan jumlah ganjil juga mempunyai beberapa keuntungan.

Contohnya, ketika rombongan mengalami kebingungan dan membutuhkan keputusan dengan cepat, jumlah anggota yang ganjil akan memudahkan proses pengambilan suara jika diperlukan.

Infografis Tips Liburan ke Bromo

Bayangkan jika anggota rombongan pendakian berjumlah genap, bisa jadi kesulitan saat dilakukan pengambilan suara karena memungkinkan terjadinya kesamaan jumlah suara.

Selain itu, beberapa anggapan dan kepercayaan lain justru menganggap angka ganjil sebagai sebuah keberuntungan. Ada pula masyarakat yang menganggap keganjilan tidak ada pengaruhnya pada kehidupan sehari-hari, karena angka ganjil adalah angka yang sama dengan angka lainnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini