Share

Mengenal Lulo, Julukan Kota Kendari Sulawesi Tenggara

Ayu Utami Anggraeni, Jurnalis · Selasa 24 Januari 2023 21:05 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 23 406 2751526 mengenal-lulo-julukan-kota-kendari-sulawesi-tenggara-uU85Pbm3nT.jpg Perpusataan di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. (Foto: ANTARA)

KENDARI punya julukan unik yakni Kota Lulo. Kata ini berasal dari dari ‘Mululo’ yang merupakan kosakata dalam bahasa masyarakat Tolaki, suku terbesar di Sulawesi Tenggara (Sultra). Lalu, apa artinya Lulo?

Kendari yang luasnya mencapai 271,8 kilometer persegi merupakan Ibu Kota Sulawesi Tenggara dulu merupakan pusat Kerajaan Laiwoi.

Kendari diresmikan sebagai kotamadya (kini kota) pada 27 September 1995 berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1995.

 BACA JUGA:Fakta Seputar Enrekang Sulsel, dari Julukan, Tempat Wisata hingga Makanan Khas

Kendari berasal dari kata 'Kandai' yaitu alat dari bambu atau kayu yang dipergunakan penduduk teluk Kendari untuk mendorong perahu.

 

Kata Kandai inilah kemudian diabadikan menjadi kampung Kandai dan pengembangan dari kata Kandai selanjutnya dalam berbagai literature terakhir disebut Kendari.

Perihal Kendari dijuluki Kota Lulo diambil dari bahasa suku Tolaki yaitu 'Molulo'. Lulo merupakan tarian tradisional persahabatan suku Tolaki.

 BACA JUGA:Sederet Julukan Kota Tomohon, Daerah Penghasil Bunga Terbesar di Indonesia

Tarian Lulo sering didipertunjukan ketika ada hajatan penting seperti pernikahan, pesta panen raya, pelantikan raja, dan lainnya.

Lulo ditarikan oleh pria, wanita, remaja, hingga anak-anak. Siapa saja boleh ikut baik kaya maupun miskin. Mereka menari saling berpegang tangan membentuk lingkaran, mengikuti irama tabuhan gong.

Follow Berita Okezone di Google News

Lulo memiliki filosofi sebagai tarian persahabatan untuk mempererat tali persaudaraan tanpa dibatasi usia maupun golongan. Tarian ini menunjukkan bahwa suku Tolaki cinta damai.

Kendari juga terkenal dengan warganya yang memiliki keterampilan membuat kerajinan dari perak.

 Ilustrasi

Dengan teknik filigree dalam proses pembuatannya, kemudian metode ini telah dikembangkan secara turun-temurun dan termasuk jarang ditemui di berbagai sentra kerajinan perak lainnya di Tanah Air.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini