Share

10 Peninggalan Kerajaan Demak yang Masih Lestari, dari Makam hingga Mihrab

Melati Pratiwi, Jurnalis · Rabu 25 Januari 2023 20:00 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 24 406 2752214 10-peninggalan-kerajaan-demak-yang-masih-lestari-dari-makam-hingga-mihrab-39U18zbtOj.jpg Masjid Agung Demak di Demak, Jawa Tengah saat PPKM. (Foto: ANTARA/Aji Setyawan)

BERABAD-abad telah berlalu, tetapi sejumlah peninggalan Kerajaan Demak masih tetap lestari. Sisa-sisa peninggalan kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa yang berdiri pada perempat akhir abad-15 ini masih dapat disaksikan hingga kini.

Kerajaan Demak dulunya berpusat di Demak, Jawa Tengah. Mulanya, Kadipaten Demak merupakan daerah yang tunduk pada kerajaan Majapahit sebelum melemah.

Hingga pada akhirnya, Raden Patah, seorang putra dari Raja Majapahit terakhir mendirikan Kerajaan Demak. Dari sinilah pusat penyebaran Islam di Pulau Jawa.

 BACA JUGA: Cerita Kapal Tangguh Kerajaan Demak, Tak Mampu Ditembus Meriam Portugis

Kerajaan Demak boleh saja telah tiada, tapi peninggalannya tak sepenuhnya runtuh. Berikut ini merupakan 10 peninggalan Kerajaan Demak yang masih lestari.

1. Makam Sunan Kalijaga

Perlu diingat, Wali Songo termasuk Sunan Kalijaga menjadi tokoh yang berperan penting dalam penyebaran agama Islam di Kerajaan Demak. Sunan Kalijaga telah wafat pada 1520 silam dan dikebumikan di Desa Kadilangu.

Makam Sunan Kalijaga menjadi salah satu peninggalan Kerajaan Demak yang masih lestari. Wisatawan kota Demak tak pernah lupa menyambangi situs ini untuk berziarah dan melantunkan doa.

Ilustrasi

Makam Sunan Kalijaga (jatengprov.go.id)

2. Masjid Agung Demak

Peninggalan Kerajaan Demak yang sangat populer di kalangan wisatawan adalah Masjid Agung Demak. Rumah ibadah satu ini sudah berdiri sejak tahun 1479 Masehi di Desa Kauman.

 BACA JUGA:5 Destinasi Ideal Buat Rayakan Imlek di Jakarta, Yuk Main ke Kampung China hingga Berburu Kuliner

3. Lawang Bledeg

Lawang Bledeg atau Pintu Petir diyakini sebagai gambar dari petir yang ditangkap oleh Ki Ageng Selo. Sesuai dengan perintah Raden Fatah, Ki Ageng Selo diminta untuk menggambarkan bagaimana bentuk bledeg yang dia tangkap.

Baru saja menggambar bagian kepala, bledeg itu hilang. Kini, pintu tersebut dijadikan sebagai candra sengkala dari sejarah berdirinya Masjid Agung Demak

 

4. Soko Guru

Jika mendatangi Masjid Agung Demak, kamu akan melihat empat tiang utama di tengah. Itu merupakan Soko guru yang terbuat dari kayu jati.

Fungsi dari Soko Guru sendiri adalah sebagai penyangga kerangka masjid. Tiang tersebut dibuat oleh Wali Songo sebagai lambang empat penjuru.

Ada Sunan Bonang membuat soko barat laut, soko guru barat daya oleh Sunan Gurung Jati, ada pula soko guru tenggara yang dibuat Sunan Ampel, dan juga Sunan Kalijaga membuat soko guru timur laut.

Uniknya, soko guru Sunan Kalijaga memiliki tinggi 17 meter atau sama jumlahnya dengan total rakaat shalat.

Follow Berita Okezone di Google News

5. Surya Majapahit

 

Surya Majapahit memiliki bentuk segi delapan yang mana ini merupakan lambar Kerajaan Majapahit. Letak Surya Majapahit ada di atas persujudan imam, Masjid Agung Demak.

Peninggalan Kerajaan Demak yang masih lestari satu ini punya makna tersendiri yakni Hasta Brata atau delapan sifat kepemimpinan, meliputi Matahari, Bulan, Bumi, Samudera, Angin, Api, Air, dan Bintang.

6. Dampar Kencana

Dahulu, Prabu Brawijaya V Raden Kertabumi dari Kerajaan Majapahit pernah memberikan hadiah kepada Raden Patah. Hadiah itu berupa Dampar Kencana yakni singgasana raja yang dipergunakan sebagai mimbar khotbah Masjid Agung Demak.

Prabu Brawijaya V menyerahkan Dampar Kencana kepada Raden Patah saat ketika beliau dinobatkan sebagai raja Kesultanan Demak Bintoro.

7. Situs Kolam Wudu

Peninggalan Kerajaan Demak selanjutnya yang masih lestari ada situs Kolam Wudu. Pada zaman dahulu, lokasi ini pernah jadi tempat para Wali Songo berwudhu.

 Ilustrasi

Seperti diketahui, Kerajaan Demak begitu erat dengan Wali Songo.

8. Piring Campa

Masjid Demak memang kaya akan peninggalan Kerajaan Demak yang masih lestari. Misalnya saja Piring Campa berjumlah 65 buah.

Piring porselen ini adalah hadiah dari Ibu Raden Patah Siu Ban Ci.

9. Maksurah

Jika melihat dari catatan prasasti, peninggalan Kerajaan Demak berupa maksurah ini sudah dibuat pada 1866 di masa pemerintahan Adipati Demak. Adapun Maksurah sendiri berbentuk ruangan persegi panjang berisikan ukiran kaligrafi untuk para raja dan ulama.

10. Mihrab

Kerajaan Demak meninggalkan sebuah mihrab atau tempat pengimaman. Dipercaya, di dalam mihrab terdapat hewan bulus dari prasasti Candra Sengkala.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini