Share

Taiwan Beri Uang Jajan ke Turis, Sandiaga: Tanpa Insentif Kita Ciptakan Nilai Devisa Hampir USD4,3 Miliar

Novie Fauziah, Jurnalis · Selasa 14 Maret 2023 15:02 WIB
https: img.okezone.com content 2023 03 14 406 2780645 taiwan-beri-uang-jajan-ke-turis-sandiaga-tanpa-insentif-kita-ciptakan-nilai-devisa-hampir-usd4-3-miliar-I65wutoG41.JPG Menparekraf RI, Sandiaga Salahuddin Uno (Foto: Dok. Kemenparekraf)

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menerapkan program insentif sebagaimana dilakukan Taiwan untuk menarik minat wisatawan mancanegara (wisman) berkunjung.

Sandiaga menjelaskan, untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisman ke Indonesia untuk berlibur, maka pihaknya menerapkan konsep kolaboratif marketing.

Terdapat sejumlah target agar dapat menarik wisman yang berkualitas, tanpa harus menerapkan program insentif.

"Kami menargetkan mendorong jumlah wisatawan berkualitas, yaitu fokus pada produk experience, quality, sustainable dan luxury tourism yang tidak terlalu membutuhkan insentif," katanya dalam Weekly Pres Brief with Sandi Uno secara virtual.

Infografis Tren Traveling 2023

Lebih lanjut, strategi kolaboratif marketing yang dilakukan pemerintah dengan mengikuti beberapa event internasional. Sehingga nantinya jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia akan semakin meningkat.

"(Tercatat) 5,5 juta wisatawan hingga akhir 2022 di atas target batas 3,6 juta, tanpa menggunakan insentif. Kita bisa menciptakan nilai devisa hampir USD4,3 miliar," terangnya.

Sebelumnya, Taiwan menawarkan sejumlah insentif secara tunai kepada turis mancanegara yang berlibur ke negaranya. Langkah ini sebagai upaya pemerintah negara tersebut, agar pariwisatanya kembali bangkit serta pulih.

Melansir laman Straits Times, Taipei akan memberikan USD220 atau jika dirupiahkan setara dengan Rp3,3 juta bagi 500.000 turis.

Follow Berita Okezone di Google News

Pejabat setempat mengungkapkan, bahwa insentif tersebut akan diberikan melalui uang elektronik atau sebagai diskon untuk akomodasi. kepada wisatawan yang datang ke negaranya.

"Kami berharap dapat mempercepat dan memperluas upaya wisatawan internasional untuk datang ke Taiwan," ujar Direktur Departemen Kementerian Perhubungan dan Komunikasi Taiwan, Lin Fu-shan.

Infografis Destinasi Wisata Super Prioritas

Pemerintah Taiwan mengklaim, sedang mencari cara untuk meningkatkan ekonominya setelah menghapus pembatasan Covid-19 pada tahun 2022 lalu.

Pertumbuhan diperkirakan akan melambat pada 2023, karena pulau yang bergantung pada perdagangan itu berjuang dengan penurunan ekspor, membuatnya lebih penting untuk memacu aktivitas melalui permintaan domestik dan pariwisata.

1
2
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini