Share

Sejarah Candi Kalasan, Tempat Wisata yang Bikin Pelancong Berdecak Kagum

Prisca Arianto, Jurnalis · Sabtu 13 Mei 2023 02:03 WIB
https: img.okezone.com content 2023 05 10 408 2811330 sejarah-candi-kalasan-tempat-wisata-yang-bikin-pelancong-berdecak-kagum-6ygdkYeflT.JPG Candi Kalasan di Sleman, DIY (Foto: dok. Na Sri Hartono)

CANDI Kalasan merupkan salah satu candi Budha tertua yang ada di Yogyakarta. Meski digolongkan dalam candi bercorak Budha, Candi Kalasan dibangun dengan perpaduan antara kerajaan Budha dan Hindu. Lokasinya berada di Desa Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Candi ini yang juga dikenal dengan nama Candi Kalibening hanya berjarak sekira 16 kilometer dari pusat kota Yogyakarta atau 2 kilometer dari Candi Prambanan.

Sejarah candi

Prasasti Kalasan yang ditemukan tidak jauh dari Candi Kalasan menjadi pengungkap sejarah pembangunan candi tersebut.

Ditulis pada tahun Saka 700 atau 778 Masehi atau sama dengan tahun dibangunnya Candi Kalasan, bahasa yang digunakan dalam prasasti masih merupakan bahasa Sansekerta dan huruf pranagari.

Dalam prasasti dijelaskan bahwa awal mula pembangunan Candi Kalasan berasal dari nasihat para pemuka agama kepada Maharaja Tejapurnama Panangkarana, yaitu Rakai Panangkaran, di zaman wangsa Syailendra.

Mulanya, Candi Kalasan dibangun sebagai tempat suci yang digunakan untuk sarana pemujian Dewi Tara sekaligus biara untuk para pendeta Budha. Lalu, Rakai Panangkaran memilih Desa Kalasan sebagai tempat untuk membangun bangunan suci itu.

Candi Kalasan

Candi Kalasan (Foto: dok. cindy)

Pada 750 hingga 850 Masehi, wilayah Jawa Tengah bagian utara dikuasai oleh raja-raja Wangsa Sanjaya yang beragama Hindu. Sedangkan kawasan selatan Jawa Tengah dikuasai oleh raja-raja wangsa Syailendra yang beragama Budha.

Perbedaan kekuasaan ini yang membuat Candi Kalasan memiliki corak perpaduan antara Budha dan Hindu. Perpaduan tersebut menjadi keistimewaan dari Candi Kalasan.

Arsitektur candi

Candi Kalasan dibangun di atas lahan berbentuk bujur sangkar dengan ukuran 45 x 45 meter. Tinggi secara keseluruhan mencapai 34 meter karena bangunan tersebut berada pada ketinggian 20 meter dari atas tanah.

Setiap sisi candi terdapat tangga dengan kaki-kaki terhias sepasang kepala naga. Tangga tersebut digunakan untuk menuju emperan candi. Terdapat pula singgasana yang dihiasi makhluk seperti singa tengah duduk di punggung gajah pada keempat sisi ruangan utama.

Follow Berita Okezone di Google News

Sementara itu, dinding Candi Kalasan dipenuhi oleh pahatan bermotif kumuda atau daun kalpataru yang keluar dari jambangan berbentuk bulat. Keunikan lainnya terletak pada cekungan di dinding yang berisi arca.

Di bawahnya terdapat hiasan kecil yang menggambarkan seorang wanita tengah bersila memegang benda di atas kedua tangganya.

Sedangkan sisi kanan dan kiri pintu candi, dihiasi sosok dewa dalam posisi berdiri sambil menggenggam bunga teratai.

Candi Kalasan

Candi Kalasan (Foto: dok. Poerdjianto Bambang)

Bagian atas dari tubuh candi juga tak luput dari keunikannya. Pada bagian tersebut terdapat kubus yang mempresentasikan Puncak Meru. Ada 52 stupa mengelilingi puncak dengan tinggi sekitar 4,6 meter.

Letak Candi Kalasan yang berada pada sisi Jalan Raya Yogyakarta-Solo, membuat akses menuju candi sangatlah mudah. Tarif yang harus dibayarkan untuk masuk ke kawasan wisata ini yakni Rp5.000 per orang, Rp5.000 untuk biaya parkir motor dan Rp10.000 untuk mobil.

1
2
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini